oleh

Kemenag dan Enam Kementrian Belum Buka Lowongan CPNS

LINGGAU POS ONLINE – Hari pertama pendaftaran penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019, sebanyak tujuh kementerian belum mengumumkan kebutuhan formasi. Sementara untuk pemerintah daerah dari 462 instansi, baru 300-an yang telah mengumumkan kebutuhan formasi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan tujuh dari 68 instansi pemerintah pusat atau kementerian hingga Senin belum mengumumkan kebutuhan formasi calon Aparatur Sipil Negara (ASN) 2019.

“Dari total 68 instansi kementerian, sebanyak 61 di antaranya sudah memasukkan data formasi di laman Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) pukul 11.00 WIB,” katanya, Senin (11/11).

Sementara sebagian lainnya, masih divalidasi oleh Pegawai Pembina Kepegawaian (PPK).

“Instansi pusat yang dilaporkan belum mengumumkan kebutuhan formasi calon ASN di antaranya Kejaksaan Agung, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Keuangan, dan Kementerian Agama (Kemenag),” katanya.

Untuk Kementerian Keuangan, katanya, telah memutuskan memundurkan proses pendaftaran pada 13 November mendatang.

Sementara untuk instansi di 462 pemerintah di daerah terdapat sedikitnya 169.250 formasi di sejumlah posisi pelayanan publik, seperti instansi, jabatan, lokasi, hingga persyaratan umum.

“Dari total 462 instansi daerah, baru 300-an di antaranya yang sudah memampang kebutuhan formasi calon ASN, sisanya beberapa instansi masih dalam proses perbaikan atau dalam proses validasi ditemukan perlunya perbaikan,” katanya.

Paryono juga mengatakan antusias masyarakat untuk mengikuti seleksi CPNS 2019 sangat tinggi.

“Sejak Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SCASN) dibuka resmi pagi tadi, sedikitnya 20 ribu calon pelamar telah mengakses laman tersebut hingga pukul 11.00 WIB,” katanya.

Proses rekrutmen calon ASN kali ini adalah kerja sama BKN dengan penyedia akses jaringan yaitu PT Telkom.

Pihaknya terus bersiaga mengantisipasi potensi gangguan pada sistem laman sscasn.bkn.go.id menyusul tingginya jumlah masyarakat yang mengakses informasi.

“Telkom dan BKN bersiaga untuk mengantisipasi jaringan ini jangan sampai down. Kalau dilihat dari lalu lintas pengakses yang masuk pada pagi hari ini, memang antusiasme cukup besar. Pagi ini terlihat 20 ribuan orang mengakses situs,” katanya.

Guna mengantisipasi gangguan jaringan, pihaknya telah menambah kapasitas jaringan hingga lima giga bit per detik dan akan terus ditambah.

“Begitu juga dengan peladen dan penyimpanan. Kami sudah pakai lima terra untuk penyimpanan. Karena nanti dokumen akan diunggah di sana. Tapi nanti akan kita naikkan lagi,” katanya.

Menurut dia pemutakhiran sistem tersebut diharapkan bisa menjaga proses pendaftaran tetap berjalan kondusif.(*)

Sumber: Fajar Indonesia Network (FIN)

Rekomendasi Berita