oleh

Kemarau Puluhan Hektar Sawah di Musi Rawas Kekeringan

LINGGAU POS ONLINE – Sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Rawas (Mura) masih mengalami kekeringan karena musim hujan yang tak kunjung datang. Sehingga sawah petani retak-retak.

Seperti sawah petani di Desa Sukarami, Kecamatan Sumber Harta diketahui masih terkendala ketiadaan air. Mereka kesulitan untuk melanjutkan kegiatan bercocok tanam secara normal.

“Air jadi masalah utama. Susah sekali mendapat air. Karena itu, tidak semua lahan pertanian bisa digarap,” kata Asti (30) warga setempat kepada koran ini, Selasa (10/9).

Untuk pengairan, pihaknya hanya mengandalkan suplai dari sumur dangkal. Oleh karena itu, turunnya hujan sangat dinantikan agar kemudian lahan bisa digarap. Beberapa peralatan tani, semisal alkon masih harus meminjam atau menyewa dari kelompok tani lain.

“Jadi agar lahan bisa digarap, maka harus usaha. Usaha itu berupa minjam atau membeli alkon. Selain itu, menunggu hujan,” ucapnya.

Dia mengakui, kebutuhan yang mendesak saat ini ialah air dan alkon. Untuk bisa mengolah lahan yang seluas 11 hektare, pihaknya tidak mungkin hanya bergantung pada keberadaan sumur-sumur dangkal. Apalagi, di desa itu tidak banyak sumur dangkal dibuat. Hanya di beberapa titik. Padahal, mayoritas penduduk desa ini berprofesi di sektor pertanian.

“Ya, beginilah nasib petani lantaran musim kemarau berkepanjangan, para petani mengalami kesulitan untuk menggarap atau menanami lahan,” keluh wanita anak dua ini.

Hal senada dikatakan, Ardianto (40) bahwa hampir sebagian penduduk di desanya profesi sebagai petani. Dan akibat kemarau, ada juga beralih profesi menjadi buruh dan tukang bangunan.

Namun, bagi yang tetap bertahan sebagai petani, tetapi tidak menggarap lahan sendiri. Melainkan milik orang di desa lain. Di mana lahan pertanian seluas 50 hektare lebih yang dapat dimanfaatkan, hanya sekitar tiga hektare untuk tanaman padi. Selebihnya, saat ini tidak bisa dimanfaatkan para petani setempat lantaran bencana kekeringan.

“Selain itu hanya sedikit petani yang mampu membuat sumur dangkal, dan sumur suntik karena faktor biaya yang terbatas,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang (DPUCKTR) Kabupaten Mura, Tedy Lazuardy mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi.

“Ya, musim kemarau ini banyak kekeringan. Namun pihaknya akan terus berupaya mengatasinya. Seperti melakukan pengiringan air, dan lainnya. Agar dapat tetap mengalir ke sawah petani,” imbaunya.

Laporan Daulat

Rekomendasi Berita