oleh

Keluarga Pasien Tidak Puas dengan Pelayanan RSUD Rupit

LINGGAUPOS.CO.ID – Pelayanan Rumah Sakit Unit Daerah (RSUD) Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dikeluhkan keluarga pasien.

Diduga, akibat banyak kekurangan alat untuk penanganan pasien, membuat pasangan suami istri (pasutri) Rohim dan Ibu Sri Hartati, harus kehilangan bayinya setelah dirawat sekitar seminggu di RSUD Rupit.

Diketahui bayi bernama Romadhon, lahir dengan berat badan 1.100 gram, panjang 34 cm dirawat di RSUD Rupit, sejak Selasa (11/5/2021). Kemudian meninggal dunia Minggu (16/5/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.

Bayi Romadon yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Rupit

Keluarga pasien, Luki menjelaskan, saat dilahirkan Romadon memang kurang berat badannya dan premature, sehingga harus di masukkan ke incubator.

Enam hari setelah dirawat, dua hari terakhir kondisi bayi semakin menurun hingga menyebabkan bayi meninggal dunia dengan kondisi memprihatinkan.

“Posisi adik saya meninggal dengan mengeluarkan darah segar dari mulut dan hidung. Itulah yang membuat kami tidak terima dengan pelayanan rumah sakit. Karena banyak alasan kekurangan alat entah apalah kami tidak tahu, kami merasa tidak puas dengan pelayanan ini,” katanya.

Terpisah, Bagian Humas RSUD Rupit, Ahmad Afandi menjelaskan “Kami sudah berusaha dan sudah bekerja semaksimal mungkin namun takdir berkata lain,” jelasnya, Senin (17/5/2021).

Ia menambahkan, “Jika pihak keluarga mengatakan kami menelantarkan pasien atau pelayanan rumah tidak maksimal, itu tidak benar. Sejak awal masuk pasien telah kami tangani dengan baik,” tegasnya.

Ahmad Afandi juga menjelaskan, kondisi pasien memang buruk dari awal dilahirkan hingga hari ke enam.

“Kami sudah merujuk ke rumah sakit di Lubuklinggau. Namun pihak keluarga bersikeras tidak mau dirujuk. Di surat pernyataan itu sudah jelas, jika terjadi apa-apa pihak rumah sakit tidak bertanggung jawab,” tutupnya.(*)

Rekomendasi Berita