oleh

Keluarga Korban Pertanyakan Laka Tunggal

Mahasiswa Unsri Patah Kaki dan Tangan

LINGGAU POS ONLINE, MUARA KELINGI – Lakalantas dialami mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri), Juliansyah (21) diduga diserempet truk berbuntut panjang.

Keluarga korban mempertanyakan surat keterangan diberikan pihak Lantas Polres Musi Rawas menyebutkan, jika korban mengalami laka tunggal, bukan kecelakaan lalu lintas akibat diserempet mobil truk di simpang tiga Kelurahan Muara Kelingi, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, Selasa (22/11) lalu sekitar pukul 01.30 WIB. Akibat Lakalantas itu korban Juliansyah merupakan mahasiswa semester akhir itu, mengalami patah kaki sebelah kiri, dan patah tangan sebelah kanan, dan kaki sebelah kanan luka lecet.

Hingga sempat dirawat di Puskesmas Muara Kelingi, dan dibawa ke RS Dr Sobirin, karena mengalami luka serius dirujuk ke RS AK Gani Palembang.

Paman korban, H Thamrin Hasan membenarkan kejadian dialami keponakannya tersebut. Tapi dirinya mempertanyakan penjelasan dari surat keterangan dikeluarkan Polres Musi Rawas Nomor : SKK/83/XI/2017/Lantas. Disebutkan jika keponakannya itu mengalami Laka tunggal, bukan diserempet mobil.

“Jelas-jelas keponakan saya itu mengalami Lakalantas ditabrak mobil truk tetapi dibuat dalam surat keterangan Laka tunggal. Ada saksi yang melihat langsung kejadian dialami Juliansyah yang motornya diserempet truk Mitsubishi Canter dari arah Muara Lakitan,” jelas Thamrin Hasan kepada Linggau Pos, Jumat (24/11).

Ia pun menyebutkan kronologis kejadian yang menimpa Juliansyah.

“Saat itu keponakan saya naik motor Yamaha Zupiter Z dengan Nopol BG 3430 IT, ia hendak berangkat ke Palembang dari rumahnya di Desa Rantau Bingin Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK). Kejadiannya pada Selasa malam 14 November pukul 01.00 WIB di Simpang Tiga Muara Kelingi. Keponakan saya itu dari arah Muara Beliti naik motor sendirian menuju Palembang, tiba-tiba ada mobil truk Mitsubishi Canter dengan Nopol BA 8188 MU dengan sopir Juliandi dan kenek bernama Yopi. Saat di simpang tiga itu, motor keponakan saya diserempet, karena sesuai dengan pengakuannya motornya diserempet kena ban, dan mobil truk itu mengambil garis line dari jalur yang mesti dilalui Juliansyah, hingga terjadi Lakalantas,” ungkap pengusaha ini dengan gamblang.

Saat jatuh dari motor itu, sambung dia, Juliansyah ditolong warga setempat.

“Ada warga yang sedang berkumpul menolong keponakan saya, dan langsung membawanya ke Puskesmas Muara Kelingi, tapi karena lukanya serius dibawa ke RSUD Dr Sobirin dirawat selama dua hari dua malam, dan selanjutnya dirujuk ke RS AK Gani Palembang,” jelasnya.

Selain itu, sambung dia, jika disebut Laka tunggal, maka pihaknya tak bisa mengklaim biaya berobat Juliansyah dari PT Jasa Raharja (Persero). Apalagi mereka sudah menerima surat dari pihak Jasa Raharja menjelaskan korban tidak dijamin dari PT Jasa Raharja.

“Kami keberatan dengan keterangan dikeluarkan pihak Polres Musi Rawas kecelakaan dialami Juliansyah itu Laka tunggal. Ada saksi mata jika itu Lakalantas. Pihaknya mempertanyakan keluarnya surat keterangan Laka tunggal tersebut. Kini keadaan keponakannya itu mengalami remuk tulang akibat patah saat Laka.

“Tidak mungkin tiga bulan bisa sembuh, karena akan dipasang pen di kakinya,” tambah Thamrin Hasan menduga, saat olah TKP Laka itu diperkirakan lambat dilakukan, hingga dibuat keterangan Laka tunggal. Alhasil, keluar surat dari PT Jasa Raharja bahwa pengobatan tak bisa dilakukan dengan klaim dari pihaknya.

“Kami tidak terima dibuat seperti itu. Seharusnya tanggung jawab bayar kewajiban untuk biaya. Kami tidak terima atas penyebutan Laka tunggal. Ini keterangan palsu kalau dibuat Laka tunggal. Karena informasi kami dapat mobil truk itu masih berada di Polsek Muara Kelingi. Pihak Jasa Raharja harus tanggung jawab dengan kejadian ini, karena beradu antara motor dengan mobil,” tegasnya.

Secara terpisah, Kapolsek Muara Kelingi, AKP Syafarudin saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu, namun untuk penangannya ditangani Polres Musi Rawas.

“Memang ada. Tapi penanganannya di Polres,” singkatnya. (01/16)

Komentar

Rekomendasi Berita