oleh

Bocah di Musi Rawas, Tewas dengan 15 Luka Tusuk

-Kriminal-4.046 dibaca

LINGGAU POS ONLINE – Warga Desa Petunang Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, Rabu (19/6) sekitar pukul 09.00 WIB heboh. Pasalnya warga menemukan mayat tersangkut di tumpukan sampah Sungai Kelingi.

Mayat yang ditemukan tersebut diketahui bernama Kelpinda (15) warga Dusun 4 Desa Lubuk Besar Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Sekretaris Desa (Sekdes) Petunang, Edi kepada Linggau Pos menjelaskan yang pertama kali menemukan korban adalah Lasena (55).

“Dia ke Sungai Kelingi hendak mencuci pakaian,” jelas Edi.

Saat itu Lasena menyaksikan sesosok tubuh bersama tumpukan sampah tersangkut di batang pohon yang melintang di tepi sungai.

“Dia kemudian memberitahukan warga lainnya,” jelas Sekdes.

Informasi penemuan jenazah ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Muara Kelingi, Koramil dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura.

Kepala Pelaksana BPBD Mura, Paisol menjelaskan setelah mendapatkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Mura langsung melakukan evakuasi mayat.

“Bersama Polsek dan Koramil kami lakukan evakuasi. Jenazah selanjutnya dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit (RS) Dr Sobirin,” jelasnya.

Kapolres Mura, AKBP Suhendro melalui Kapolsek Muara Kelingi, AKP Hendri Agus kepada Linggau Pos menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penemuan mayat tersebut.

Kondisi korban saat ditemukan, celananya melorot hingga ke mata kaki. Namun masih memakai jaket dan kaos warna hijau. Selain itu berdasarkan pemeriksaan tim medis RS Dr Sobirin di tubuh korban ditemukan luka tusukan di perut korban sekitar 15 luka tusukan.

Identitas korban baru diketahui sekitar pukul 14.30 WIB, setelah keluarganya mengecek langsung ke kamar mayat RS Dr Sobirin. Keluarganya bisa mengenali korban melalui tato berbentuk berlian di tangan korban serta gelang karet berwarna merah muda dan biru yang dikenakan.

Salah seorang kerabat yang mengaku paman korban kepada Linggau Pos menjelaskan, korban Kelpinda pamit keluar rumah Minggu (16/6) petang.

“Dia pergi Minggu sore mengemudikan sepeda motor Honda Beat. Setelah itu tidak pulang-pulang,” jelas paman korban.

Ditambahkannya, sebelum lebaran korban pernah menetap di kediaman pamannya itu di Kecamatan Muara Beliti. Namun setelah lebaran korban pulang ke Desa Lubuk Besar Kecamatan TPK.

“Dia sempat berkomunikasi dengan pacarnya, kemudian saya mendengar informasi dia hendak pergi nonton organ tunggal di Desa Suro. Semenjak itu tidak pernah mendengar kembali kabar dari korban,” kata pamannya.

Setelah memastikan korban adalah Kelpinda, keluarga kemudian membawa korban ke rumah duka di Desa Lubuk Besar untuk dimakamkan.(yan)

Rekomendasi Berita