oleh

Kelola Limbah Jadi Ikon Lubuklinggau

Mahasiswa Prodi PGSD STKIP-PGRI

LUBUKLINGGAU – Kemarin (27/12) berlangsung pameran pemanfaatan limbah menjadi miniatur/relief ikon Kota Lubuklinggau. Produk yang dipamerkan di Balai Embun Semibar ini karya mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP-PGRI Lubuklinggau.

Ketua STKIP-PGRI Lubuklinggau Dr H Rudi Erwandi melalui Ketua Prodi PGSD Mansyur Romadon Putra menjelaskan ada 200-an mahasiswanya yang mengikuti pameran itu.

“Produk yang dihasilkan ini murni karya mahasiswa, yang memanfaatkan limbah untuk dibuat kerajinan tangan. Program ini merupakan praktik Mata Kuliah Pendidikan Seni dan Kerajinan Tangan.

“Jadi Mata Kuliah Pendidikan Seni dan Kerajinan Tangan ini diikuti mahasiswa-mahasiswi semester 3. Tim penilainya dosen PGSD. Saya sendiri, lalu dua dosen seni, yakni Pak Abi Karomah Batubara dan Pak Dedi Firduansyah,” jelas Masyur.

Dalam pameran itu, dapat dilihat langsung miniatur Masjid Agung As-Salam Lubuklinggau, Stasiun KA Kota Lubuklinggau, Lippo Plaza Lubuklinggau dan aneka kerajinan tangan karya individu.

“Kalau yang ikon Kota Lubuklinggau ini karya kelompok mahasiswa. Alhamdulillah untuk yang miniatur Stasiun KA Kota Lubuklinggau dan Lippo Plaza langsung dibeli manajemen dua perusahaan ini yang hadir saat pameran,” imbuh Mansyur.

Acara ini makin istimewa sebab mendapat apresiasi atas kehadiran Kepala Dinas Pariwisata H Lutfi Ishak, Ketua STKIP-PGRI Lubuklinggau periode 2015-2017 H Baidjuri Asir, Hj Rogayati Baidjuri, Pimpinan Sekolah Alam Insan Mulia, Pengelola Masjid Agung As-Salam, dan Pengurus BEM Universitas Sriwijaya (Unsri).

“Kegiatan ini tujuan akhir Mata Kuliah Pendidikan Seni dan Kerajinan Tangan. Harapan kami, dengan diadakannya kegiatan ini, akan memotivasi mahasiswa untuk terinspirasi mengelola limbah sampah jadi produk bernilai jual tinggi. Bahkan, ini juga bisa jadi inspirasi mereka membuat,” jelasnya. (lik)

Rekomendasi Berita