oleh

Kekuatan Kandidat Tidak Imbang

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Peta kekuatan kandidat peserta Pilkada Lubuklinggau, berdasarkan perolehan suara Partai Politik (Parpol) koalisi di Pemilihan Legislatif 2014 tidak berimbang.

Pasalnya, Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau Nomor urut 2 H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar, yang diusung 9 Parpol. Yakni NasDem, PKB, PKS, Golkar, Gerindra, Demokrat, Hanura, PBB dan PAN memiliki 96.928 suara .

Sementara, Paslon nomor urut 3 H Rustam Efendi-Riezky Aprilia yang diusung PDIP dan PPP mengantongi 18.472 suara.

Dan Paslon nomor urut 1, H Toyeb Rakembang-Sofian yang maju lewat jalur perseorangan sudah mengantongi dukungan 17.701 suara.

Meski begitu, Pengamat Politik DR Andreas Lionardo mengatakan, tidak ada jaminan Paslon yang diusung koalisi gemuk langsung mengalahkan Paslon yang diusung koalisi kurus maupun perseorangan.

Pasalnya, tidak semua orang Parpol memilih calon yang diusung dari Parpol-nya. Sebab, hal itu pernah terjadi di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Di mana Pasangan Anis Baswedan-Sandiaga Uno kata Andreas, hanya diusung oleh dua Parpol, yakni Gerindra dan PKS, tapi mereka bisa mengalahkan incumbent Basuki Tjahaya Purnama-Djarot, yang diusung oleh Parpol koalisi besar dan pemenang Pemilu, seperti PDIP dan Golkar.

“Tidak ada jaminannya orang Parpol A, akan memilih kandidat yang diusung oleh Parpol A. Bahkan, bisa saja ia memilih kandidat perseorangan,” kata Andries Lionardo.

Selain itu, dalam beberapa kali Pemilu Parpol kerap hadir di tengah-tengah masyarakat pada saat akan dilakukannya pemilihan, bisa Pileg, Pilpres maupun Pilkada saja.

Selebihnya, hanya sebagian saja Parpol yang tetap eksis dan membina basisnya, sedangkan yang lainnya terkesan cuek.

Bahkan, dirinya menilai dalam beberapa tahun terakhir Parpol tidak mampu melahirkan kader-kader yang baik mumpuni, yang siap dicalonkan saat dilakukannya Pilkada.

Sebab, ketika usai Pileg dan Pilpres Parpol yang ada di tingkat kabupaten/kota kerap tidak melakukan sosialisasi lagi.

Bagi yang menang euforia dengan kemenangan, dan yang kalah biasanya tidak aktif lagi berinteraksi dengan masyarakat.

Akibatnya, ketika akan dilakukan Pilkada, mereka sibuk untuk mencari kader, akibatnya kerap mencalonkan sosok yang berasal dari birokrat.

“Parpol baru eksis lagi menjelang pelaksanaan Pemilu,” jelasnya.

Bahkan, dirinya memprediksi Pilkada di Provinsi Sumsel, akan ada Paslon dari perseorangan yang memenangkan Pilkada.

Andreas menyebut ini, karena kurang eksisnya beberapa Parpol di tingkat kabupaten/kota dalam melahirkan pemimpin.

Apalagi, lanjut Andreas, syarat untuk maju lewat jalur perseorangan cukup berat. Di mana jumlah dukungan yang sudah diberikan masyarakat kepada calon, di kroscek ulang oleh KPU melalui PPK dan PPS. Di situ tersedia kolom untuk masyarakat yang menarik dukungan.

“Prinsipnya, untuk Pilkada Lubuklinggau memang incumbent masih berpeluang besar untuk memenangkan pertarungan. Karena dalam lima tahun ini ia sudah eksis turun ke tengah masyarakat dan melakukan pembangunan dengan cukup pesat. Tapi, peluang untuk kandidat lainnya tetap terbuka lebar. Asalkan mampu menarik hati masyarakat,” jelasnya.

*** NanSuko Tetap Optimis

Menanggapi analisa Andreas ini, Paslon Wako-Wawako nomor urut 2, NanSuko melalui Jubirnya, Taufik Siswanto tetap optimis kalau NanSuko lebih banyak peluang untuk memenangkan Pilkada. Lantaran diusung oleh sembilan Parpol, empat Parpol pendukung dan lebih kurang 30 relawan.

“Karena roda partai lebih banyak bergerak, dan tim relawan banyak yang bergerak. Tinggal bagaimana menjaga efektivitas, terhadap penyatuan antara partai pengusung, pendukung dan relawan,” tegas Taufik.

Untuk itu dilanjutkannya, baik Parpol pengusung, pendukung dan relawan harus solid dan kompak.

“Untuk menjaga itu, kita rutin lakukan rapat berkesinambungan, koordinasi dan evaluasi. Jangan sampai ada kader yang menyimpang atau main dua kaki,” tambahnya.

***Soal Dukungan, Serahkan ke Masyarakat

Sementara Paslon Nomor urut 3, Rustam Effendi mengaku ia bersama pasangannya terus berjuang dan berdoa.

“Yang jelas, kita terus berusaha. Mengenai dukungan, serahkan saja ke masyarakat. Karena yang memilih dan menentukan, mereka,” tegas Rustam.

Dukungan Parpol dilanjutkan Rustam, hanya mengantarkan mereka untuk maju dalam Pilkada.

“Hasilnya, ya tetap ada di masyarakat. Parpol, ikut berjuang bersama mengantarkan kita. Yang memilih, masyarakat,” lanjutnya. (01/09)

Rekomendasi Berita