oleh

Kekerasan Psikis Juga Berbahaya

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Para dokter sering kali percaya bahwa kekerasan fisik atau seksual lebih berbahaya daripada penganiayaan emosional atau pengabaian. Namun, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Lubuklinggau, Abdul Hamim menjelaskan, kekerasan psikis pun tak kalah bahaya.

“Kekerasan fisik dan kekerasan emosional pada anak dampaknya mirip. Mereka akan menarik diri, cemas dan minder. Bahkan untuk anak yang mengalami kekerasan fisik bisa neurotisisme yang lebih tinggi, daripada peserta yang tidak mengalami kekerasan,” jelas Abdul Hamim.

Bahkan, Anak-anak yang menderita penganiayaan cenderung kurang percaya diri dan tidak percaya pada orang dewasa. Mereka mungkin tidak bisa mengungkapkan perasaan yang sebenarnya, sehingga mengalami gangguan dalam mengendalikan emosi. Semakin lama penganiayaan berlanjut, semakin serius pula dampaknya. Dalam beberapa situasi, kesulitan ini bisa terus berlanjut sampai masa remaja bahkan dewasa. Trauma kekerasan adalah salah satu faktor risiko dari gangguan kecemasan dan depresi kronis.

Dan perlu diingat, lanjut Abdul Hamim, pelaku kekerasan fisik maupun psikis ini bisa dijerat Undang-Undang (UU) No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Jadi ketika anak-anak jadi korban kekerasan, psikis misalnya. Itu juga orang tua harus peka. Jangan sampai tidak memahami bagaimana perubahan anak. Mereka juga harus dikuatkan secara psikologi. Agar tidak larut dalam minder, lalu enggan bersosialisasi. Sebagai orang tua, kita punya tugas untuk memotivasi,” imbuhnya. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita