oleh

Kejari Tetapkan Mantan Kepala BPKSDM, Tersangka Korupsi Lelang Jabatan Muratara

LINGGAUPOS.CO.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau menetapkan tersangka baru dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi Lelang Jabatan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Tersangka baru itu adalah S, yang merupakan mantan Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muratara.

Kajari Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir melalui Kasi Intelijen Aan Tomo dan Kasis Pidsus Yuriza Anthoni, Senin (15/3/2021) menjelaskan, S dalam kasus ini sebagai Pengguna Anggaran (PA) di BKPSDM Muratara.

“Penetapan tersangka ini merupakan hasil dari fakta – fakta persidangan yang telah dilakukan,” jelas Aan Tomo kepada linggaupos.co.id.

Sebelumnya dalam kasus ini, dua terdakwa yang sudah disidangkan, yakni mantan Bendahara Pengeluaran BKPSDM Kabupaten Muratara, Riopaldi Okta Yudha dituntut 2 tahun penjara, denda Rp50 juta subsider 3 bulan. Serta diwajibkan membayar uang pengganti Rp25.697.170 atau diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Kemudian Tim Pansel Lelang Jabatan, Hermanto dituntut 3 tahun penjara, denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Serta diwajibkan membayar uang penganti Rp109.650.000, apabila tidak dibayar dalam waktu satu bulan setelah putusan incrah, maka harta benda disita oleh jaksa, dan dilelang. Apabila tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti hukuman penjara 1 tahun 6 bulan.

Sekadar mengingatkan, kronologi kasus yang menjerat kedua terdakwa ini sekira pada tahun 2016 lalu, kedua terdakwa melakukan suatu kegiatan yang tidak tertulis di APBD yang dibuatkan dan dicairkan di tahun anggaran APBD 2017 tercantum sebesar Rp900 juta.

Adapun bentuk kegiatan yang dilaksanakan pada 2016 yakni kegiatan uji kompetensi (lelang jabatan) 32 OPD untuk ASN di Kabupaten Muratara sehingga patut diduga telah menyalahi aturan dikarenakan anggaran belum ditetapkan. (*)

Rekomendasi Berita