oleh

Kejari Peringatkan Bahaya Korupsi Sejak Dini

Adakan Lomba Pidato di SMPN 6 Model

LINGGAU POS ONLINE, JOGOBOYO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau sangat konsen terhadap para generasi bangsa dari bahaya korupsi. Terbukti para pihak Kejari memiliki program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) melakukan sosialisasi bahaya korupsi dan efek negatifnya bagi bangsa dan Negara.

Termasuk juga melaksanakan lomba Pidato tingkat Pelajar SMP se-Kota Lubuklinggau di SMP Negeri 6 Model, Kamis (7/12) diikuti 30 peserta siswa siswi dari SMP Negeri dan swasta. Acara lomba ini dibuka oleh Kajari Lubuklinggau, Hj Zairida diwakili oleh Kasi Datun, Ivan Rinaldi didampingi Kasi Intel, Santosa Hadipranawa. Serta undangan Kadisdik Kota Lubuklinggau, Tamri, Sekretaris Disdik, H Rudi Erwandi, Kepala SMP Negeri 6 Model Lubuklinggau, Nila Elmiyaty dan kepala sekolah, serta guru pendamping.

Pantauan di lokasi acara, peserta lomba Pidato dinilai oleh dewan juri dari pihak Kejari sendiri, dan juri profesional. Mereka dengan fasih menyampaikan pidato di hadapan juri dan guru pendamping serta pelajar sekolah tersebut.

Usai acara pembukaan acara, Kasi Intel Santosa Hadipranawa kepada Linggau Pos mengatakan bahwa, acara yang dilaksanakan Kejari ini sebagai bagian untuk menyosialisasikan bahaya korupsi sejak dini kepada para pelajar, dan juga rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) tahun 2017.

“Lomba Pidato ini kita laksanakan dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Internasional tahun 2017, sehingga anak-anak ini diharapkan mengerti apa itu anti terhadap korupsi, dan kita memulainya sejak dini kegiatan ini di SMP ini,” kata Santosa, sapaannya, kemarin.

Ia meneruskan dengan demikian tujuan ingin dicapai Kejari, dimulai pada lomba pidato ini.

“Kita adakan lomba Pidato berkaitan dengan HAKI. Dan nanti kedepannya kita ajak pemerintah memasukkan dalam kurikulum untuk materi bahaya dan penanganan korupsi,” imbuh Santosa.

Selain itu, Santosa menyebutkan memang langkah awal pihaknya melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk menyampaikan bahaya melakukan korupsi, juga upaya dari Kejari mengatasinya.

“Sebelumnya memang ada petunjuk dari Kasi Pidsus untuk penguatan di sekolah-sekolah pencegahan korupsi. Tak hanya itu saja kita juga memiliki program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) bersama-sama lakukan pembinaan ke masyarakat agar mentaati hukum berasal dari Kejagung, dan tak kalah pentingnya juga kita adakan sosialisasi ada ke sekolah umum agar sasaran akan diinginkan tercapai,” papar Santosa.

Di tempat yang sama, Sekretaris Disdik Kota Lubuklinggau, H Rudi Erwandi menyatakan bahwa lomba pidato diadakan Kejari ini sebagai salah satu cara menanamkan pengertian kepada pelajar akan bahaya korupsi sejak dini.

“Jangan dilakukan karena memang tidak baik. Di sini juga disampaikan pengertian jika korupsi itu tak hanya uang saja, tapi banyak macamnya. Salah satunya korupsi waktu itu juga termasuk, dan dihindari,” ungkap Rudi Erwandi, yang menyambut baik ide Kejari melaksanakan lomba Pidato anti korupsi, karena secara tak langsung memberikan pemahaman pada pelajar akan bahaya korupsi. Dan, ini langsung mereka sampaikan dalam format membawakan pidato anti korupsi.

Sedangkan Kepala SMP Negeri 6 Model Lubuklinggau, Nila Elmiaty menyatakan merespon positif acara lomba pidato diadakan Kejari, dan ini pertama kali dilaksanakan.

“Lomba Pidato ini baru pertama kali berlangsung di SMP Negeri 6 Model diikuti pelajar yang merupakan utusan sekolah-sekolah di Lubuklinggau, saya sangat setuju dengan lomba ini, dan mendukung penuh,” ungkap perempuan energik ini. (01)

Komentar

Rekomendasi Berita