oleh

Kejahatan Terjadi Saat Nasabah Keluar dari Bank

Suka Duka Security Saat Bertugas

Menjadi anggota Satpam bukan hal mudah. Butuh keberanian, usaha, kerja keras serta mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Satpam. Namun, pilihan itulah yang dilakukan Muhammad Adi Wijaya bekerja menjadi Satpam salah satu bank di Kota Lubuklinggau.

Laporan Joko Pratama, Taba Jemekeh

Adi sapaan pria ini mengaku hampir 1,5 tahun bekerja di salah satu bank terbesar di Lubuklinggau.

“Aku bekerja di sini sekitar 1 tahun 5 bulan. Tetapi bagiku masih terasa baru, karena aku sangat menikmati pekerjaanku,” kata Adi, Minggu (3/12).

Adi menjelaskan rekan kerjanya di bank berjumlah 13 orang. Namun untuk diketahui bekerja sebagai Satpam harus mengikuti dua tes. Yaitu tes tertulis dan wawancara.

“Akan tetapi syarat paling utama harus memiliki sertifikat Satpam. Alhamdulillah aku melengkapi persyaratan itu. Karena telah mengikuti Diksar Satpam di Balai Pelatihan Pendidikan Teknik (BLPT) Palembang selama 20 hari melalui PT Duta Palembang.” Jelas Adi.

Kembali ia menuturkan selama mengikuti Diksar para anggota Satpam akan dilatih langsung oleh Tentara Negara Indonesia (TNI), Polisi Republik Indonesia (Polri) serta Brigade Mobil (BRIMOB).

“Pelatihan meliputi Persatuan Baris Berbaris (PBB), cara-cara pelayanan, hak-hak dalam lingkungan, serta batasan ruang lingkup kerja Satpam. Kemudian untuk fisik yaitu Maraton, senam tongkat, borgol, renang, dan bela diri, karate serta masih banyak lagi yang lainnya,” ucap pria berseragam putih ini.

Kembali ia menjelaskan Satpam memiliki tiga tingkat yaitu Gada Pratama, Gada Media dan Gada Utama. Khususnya untuk tingkat Gada Media dan Utama mereka sudah mendapatkan senjata.

“Kalau saya tingkat Gada Pratama dilengkapi dengan perlengkapan pentungan, kadang juga pisau,” ucap pria ini.

Adi menambahkan, selama menjadi Satpam belum ada kejadian tindak kejahatan di tempatnya bekerja. Kalau untuk barang yang ketinggalan ada dan selama hal itu bisa bantu kami siap membantu.

“Bagi kami pelayanan adalah hal yang paling utama, untuk itu kami Bank mendapatkan pelayanan bank terbaik di Kota Lubuklinggau. Biasanya tindak kejahatan itu terjadi setelah nasabah keluar dari bank, untuk itu diharapkan kepada para nasabah Bank agar lebih waspada,dan hati-hati,” tutupnya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita