oleh

Kehilangan Saudari Kembar

SEHARI sebelum tenggelamnya Aldi, seorang bocah bernama Reva (7) Jalan Durian II, RT 07, Kelurahan Taba Jemekeh tewas karena terbawa arus di Sungai Kelingi. Jasadnya ditemukan warga berada di bawah jembatan gantung, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Kemarin, jasad murid SD Negeri 39 Lubuklinggau itu disemayamkan pukul 08.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Batu Nisan, Kelurahan Taba Jemekeh.

Minggu (19/11) pukul 14.00 WIB, Linggau Pos sempat takziah ke kediaman almarhumah. Para tetangga masih tampak menguatkan sang ibu dan ayah Reva, Ali Gonda (40). Selama ini, bocah periang itu tinggal bersama enam saudaranya di sebuah rumah sederhana ukuran 10×20 meter.

Sang Ayah, Ali Gonda menceritakan Reva ini anak yang keempat dari tujuh saudara, satu laki-laki dan enam perempuan. Reva punya saudara kembar bernama Revi.

Ali Gonda mengungkapkan, anak pertamanya Lilis kartika, ke dua Lilis Kartina, ke tiga Salo, Reva, Revi, Yanto, dan ketujuh Aisya.

“Reva ini anak yang pintar dan aktif , kalau di sekolah ia tergolong anak yang pintar, banyak anak-anak yang belum bisa menulis tapi Reva ini pelan-pelan sudah bisa. Soalnya kalau mau pulang dia selalu cepat. Karena kalau anak SD kan siapa yang bisa menjawab pertanyaan gurunya dia akan pulang duluan. Nah, Reva ini setiap hari pulang duluan, dia bisa terus menjawab pertanyaan gurunya,” ungkapnya dengan nada lemah.

Sementara saat di rumah, bocah kelas I SD ini hobi berjoget dan bernyanyi. Namun dia tidak bisa berenang karena masih kecil.

Ali Gonda menceritakan, awalnya mereka disibukkan dengan hajatan adiknya di dekat rumah.

“Sebelum kejadian Reva meninggal saya memang ada firasat, pada waktu malam Sabtu (kemarin,Red) saya beserta keluarga tidur di rumah adik saya di Jalan Batu Nisan. Kebetulan adik saya ada acara nikah anaknya. Pada pukul 23.00 WIB saat saya mau tidur di tarup tempat pernikahan, si Reva ini keluar dan menghampiri saya. Dia mau tidur di tarup dekat saya. Padahal selama ini dia tidak semanja itu. Dia tidak mau tidur di dalam rumah. Tidak menyangka, kalau kemarin malam itu terakhir kali saya memeluk anak saya,” jelas Gonda.

Ia juga menyaksikan kesedihan Revi, kembaran Reva. Namun, kata Ali Gonda ia tak bisa melawan takdir. Ia mendoakan putrinya itu tenang di Sisi Nya. (CW02)

Komentar

Rekomendasi Berita