oleh

Kecewa Tak Ada Jalur Prestasi Non Akademik

Waka Kesiswaan SMAN 1 Lubuklinggau, Suparno
“Sejak dialihkan ke Provinsi Sumsel, kami mengikuti Juknis yang dibuat Disdik Provinsi Sumsel. SMAN 1 Lubuklinggau membuka dua jalur PPDB…”

LINGGAU POS ONLINE, MEGANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur non akademik dipertanyakan sejumlah wali murid. Pasalnya mereka heran mengapa anaknya yang berprestasi di bidang olahraga, tidak diterima di sekolah negeri.

Keluhan ini disampaikan oleh salah seorang wali murid, Helen. Ia menyatakan bahwa sebagai wali dari salah satu atlet yang mendapatkan medali pada pekan olahraga Provinsi Sumsel menanyakan kenapa tidak ada  PPDB jalur non akademik.

“Tapi anak saya tidak diterima di SMAN di Kota Lubuklinggau. Padahal Juklis dari Kemendikbud Nomor 14 menyebutkan ada jalur non akademik, begitupun Juknis dari Provinsi Sumsel. Saya tentu tidak dapat menerima keputusan dari panitia PPDB yang tak meloloskan anak saya pada saat pendaftaran,” ucap Helen pada Linggau Pos, Senin (24/6).

Ia meneruskan alangkah baiknya, calon siswa baru yang berprestasi dari jalur non akademik, dipertimbangkan.

“Prestasi mereka itu membanggakan sekolah, juga nama daerah. Mengapa saat akan masuk ke SMAN tidak diterima. Padahal jasa mereka bagi daerah khususnya Kota Lubuklinggau sangat besar sekali,” ungkap Helen.

Oleh karena itu, Helen mendesak pihak SMAN yang membuka PPDB dapat mempertimbangkan anaknya yang berprestasi regional.

“Jangan dibiarkan saja, dan tidak lolos PPDB jalur non akademik,” ucapnya.

Lebih lanjut Helen mengungkapkan setelah dirinya mempelajari Juknis dari Propinsi Sumsel yang menjadi landasan dari mereka, ternyata tidak ada satupun yang menyatakan tidak menerima jalur prestasi non akademik (olahraga, seni, MTQ).

“Tapi ada persyaratan yang harus dipenuhi bila ingin melalui jalur prestasi non akademik. Apabila juara tingkat kabupaten/kota harus juara 1, jika juara tingkat propinsi atau nasional bisa juara 1, 2, 3 begitupun juara olimpiade sains,” saran Helen.

Menanggapi keluhan itu, Kepala SMAN 1 Lubuklinggau Zulkarnain melalui Wakil Bidang Kesiswaan Suparno membenarkan, SMAN termasuk SMAN 1 Lubuklinggau.

“Acuan kami tentang Juknis PPDB SMAN se-Provinsi Sumsel Tahun Ajaran 2018/2019 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel H Widodo di Palembang 26 Maret 2018. Dari Juknis itu, PPDB yang kami selenggarakan hanya dua jalur, yakni Penelusuran Minat Prestasi Akademik (PMPA) dengan jalur tes potensi akademik,” terang Suparno.

Kalau dulu, kata dia, sebelum penggalian wewenang SMA-SMK ke Provinsi Sumsel, atau masih dalam naungan kabupaten/kota, memang ada PPDB jalur prestasi non akademik.

“Sejak dialihkan ke Provinsi Sumsel, kami mengikuti Juknis yang dibuat Disdik Provinsi Sumsel. SMAN 1 Lubuklinggau membuka dua jalur PPDB. Yang PMPA sudah sejak 16 April 2018, dan diumumkan 30 April 2018,” jelasnya.

Jadi kuota siswa yang masuk SMAN 1 Lubuklinggau 360 orang, 10%-nya sudah terisi dari PMPA.

Sementara 324 orang lainnya, akan diisi oleh siswa-siswi yang mengikuti PPDB jalur tes potensi akademik.

“25-28 Juni 2018 ini pendaftaran sistem online,” imbuhnya.

Bagi yang sudah daftar online, saat sudah memenuhi syarat, langsung print bukti pendaftaran online, melengkapi seluruh persyaratan SKHUN Sementara, fotokopi rapor semester 1-5, fotokopi KK, fotokopi akta kelahiran, foto hitam putih 3×4 centi meter 8 lembar 2×3 centi meter 8 lembar, dan pas foto 4×6 centi meter 4 lembar.

“Untuk calon siswa putra (map kertas biola merah) kalau putri map biola hijau, untuk calon siswi,” imbuh Parno.

Bagi yang lintas rayon, baik dalam maupun luar daerah Kota Lubuklinggau, harus memiliki nilai UN minimal rata-rata 80, dan menyerahkan surat pindah rayon dari kepala SMP asal, serta bukti pindah mengikuti orang tua.

“Seluruh berkas yang dibutuhkan, diserahkan langsung ke SMAN 1 Lubuklinggau untuk diverifikasi. Kalau dinyatakan lengkap, print nomor tes sendiri di nomor akun online,” imbuhnya.

Sampai saat ini, kata Suparno, sudah lebih dari 400 pendaftar online meregistrasi ke website PPDB SMAN 1 Lubuklinggau. (08/02)

Rekomendasi Berita