oleh

Kecelakaan Diawali Pelanggaran

LUBUKLINGGAU – Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) terjadi dimulai dari sebuah pelanggaran lalu lintas, ungkapan ini bukan hanya isapan jempol belaka.

Karena Lakalantas merupakan kelalaian dari pengemudi yang menyebabkan terjadinya suatu peristiwa di jalan, yang tidak diduga dan tidak disengaja. Melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan atau kerugian harta benda.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Lantas AKP Feby Febriana mengatakan, beberapa faktor penyebab terjadinya Lakalantas antara lain faktor pengemudi, faktor kendaraan, faktor jalan dan faktor lingkungan seperti cuaca dan bencana alam.

Untuk itu sebelum menggunakan kendaraan bermotor sudah seharusnya kita telah menyiapkan segala sesuatunya agar terhindar dari Lakalantas.

“Sebelum berkendara kita harus memastikan kemampuan menggunakan kendaraan bermotor yang baik dan benar dengan dibuktikan oleh standar kompetensi mengemudi berupa Surat Izin Mengemudi (SIM),” jelasnya.

Kemudian kondisi fisik yang prima, kendaraan bermotor yang laik jalan, komponen kendaraan bermotor yang sesuai standarisasi, menggunakan pelindung kepala berupa helm SNI bagi pengendara sepeda motor dan sabuk keselamatan bagi penggunaan kendaraan bermotor roda empat/lebih.

Faktor penting lain yang juga harus diperhatikan adalah kondisi jalan yang baik, serta meningkatkan kewaspadaan mengendara pada jalan yang kurang baik seperti tikungan, tanjakan dan kondisi cuaca seperti hujan, embun dan kabut asap yang dapat menjadi faktor penyebab terjadinya Lakalantas.

Aturan dalam mengemudi sudah sangat jelas diatur dalam Undang-Undang (UU) No.22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan. Konsekuensi hukum juga jelas diatur dengan memberikan ancaman hukuman bagi pelanggar lalu lintas di jalan raya. Hal ini ditetapkan dengan tujuan untuk mengurangi angka Lakalantas yang terjadi dan juga guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran dalam berlalu lintas.

Polri saat ini telah mencanangkan tujuh Prioritas Penanganan Pelanggaran lalu lintas terdiri dari, pelanggaran melebihi batas kecepatan, penggunaan helm SNI, penggunaan sabuk pengaman, berkendaraan dibawah pengaruh alkohol, narkotika dan obat terlarang, anak dan kendaraan bermotor, menggunakan handphone saat berkendaraan serta melawan arus lalu lintas. Hal ini dilakukan sebagai prioritas road safety dalam pencegahan Lakalantas.

Kemudian yang esensial dalam berlalu lintas di jalan raya adalah sebagaimana tingkat kesadaran kita sebagai pengguna jalan untuk menyadari akan pentingnya menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan.

“Kendaraan bermotor bukanlah mesin pembunuh, untuk itu dengan menyadari akan pentingnya keselamatan dalam berkendara niscaya kita akan mematuhi segala peraturan berlalu lintas yang berlaku,” pungkas Kapolres. (rls)

Rekomendasi Berita