oleh

Keamanan Gedung PDAM Perlu Ditingkatkan

Dewan Minta Pemkot Prioritaskan Pembangunan Pagar

LINGGAU POS ONLINE, MAJAPAHIT – Anggota DPRD dari fraksi Bintang Pembangunan, Hendy Budiono menyoroti gedung PDAM Tirta Bukit Sulap di Kelurahan Watas Kecamatan Lubuklinggau Barat I, yang sampai saat ini belum memiliki keamanan yang cukup, salah satunya pagar. Pihaknya mendesak pemerintah, untuk segera membangun pagar tinggi.

“Karena di sana sangat rawan, sementara air bersih merupakan fasilitas umum yang memang harus steril. Bayangkan saja kalau di luar negeri, tidak hanya pagar namun fasilitas penyediaan air bersih mereka ada yang sampai dijaga oleh TNI. Karena mereka paham, betapa bahayanya ketika air bersih yang akan dialirkan ke rumah-rumah pelanggan, sudah dicampur oleh oknum dengan sesuatu yang berbahaya. Sementara di tempat kita, pagarnya saja masih seadanya,” ungkap Hendy, Minggu (12/11).

Seharusnya, gedung PDAM dilindungi pagar atau dinding tinggi, disertai kawat-kawat berduri. Setelah itu, pintu dijaga ketat oleh personil Sat Pol PP.

“Beberapa kali Direktur PDAM menyampaikan hal ini ke kita. Makanya pada saat paripurna kita tekankan lagi. Kita minta pembangunan pagar ini menjadi skala prioritas di tahun 2018 mendatang. Anggaran yang dibutuhkan juga tidak besar hanya lebih kurang Rp 500 juta, dan itu masih bisa menggunakan APBD Kota Lubuklinggau,” jelasnya.

Jangan sampai ia melanjutkan, sarana saja yang menjadi prioritas. Namun untuk pengamanan terlewatkan, yang berdampak membahayakan semua pelanggan.

“Sebelumnya sudah pernah kita sampaikan ke pihak Pemkot. Kali ini kita tekankan kembali, agar menjadi skala prioritas,” tegasnya kembali.

Selain memprioritaskan mengenai safety, pihaknya juga terus mengingatkan pihak PDAM Tirta Bukit Sulap terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan ke pelanggan.

“Saat ini upaya Direktur PDAM sudah cukup bagus. Kita lihat pelanggan sudah semakin banyak, pendapatan sudah semakin meningkat. Sehingga, berdampak meningkatnya pula pelayanan,” ungkapnya kembali.

Pihaknya paham, beberapa kendala seperti usangnya sarana pipa dan mesin serta pompa air, belum lagi mewarisi hutang, pelanggan yang menunggak serta data pelanggan yang tidak valid. Sehingga butuh fasilitas yang memadai, serta revitalisasi pipa-pipa dan pompa air yang ada agar pelayanan maksimal. Saat ini, tinggal bagaimana kepiawaian Direktur PDAM untuk memenuhi hal tersebut,” jelasnya.

Seperti untuk wilayah Kelurahan Kayu Ara, yang memang pelayanannya belum maksimal. Ia berharap, PDAM segera mengoneksikan saluran intake apure ke intake kasie.

“Mudah-mudahan kedepannya, pelayanan PDAM semakin bagus dan meningkat. Serta tidak ada lagi keluhan-keluhan, seperti yang banyak disampaikan oleh pelanggan saat ini,” harapnya.

Bobi (40), salah seorang pelanggan PDAM sepakat atas saran dan desakan yang disampaikan oleh anggota dewan tersebut.

“Ya karena ini menyangkut untuk kehidupan masyarakat banyak. Tidak hanya pelayanan, keamanan juga harus menjadi prioritas. Bagaimana kalau air dicampur dengan bahan berbahaya dan sejenisnya, akan banyak yang menjadi korban kelalaian tersebut. Kita juga berharap, kedepan saran ini betul-betul menjadi skala prioritas,” ungkapnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita