oleh

KBM Daring SMP Xaverius Lubuklinggau Belum Ada Kendala

LINGGAUPOS.CO.ID– Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tahun Ajaran 2020/2021 berbasis Dalam Jaringan (Daring). Hal ini pula yang diterapkan SMP Xaverius Lubuklinggau.

Kepala SMP Xaverius, Agnes Ani Ika Widyawati kepada linggaupos.co.id mengatakan,” KBM daring diterapkannya mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (RI) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau serta pedoman penyelenggaraan pendidikan pada masa pandemi Covid19, yang dikeluarkan Yayasan Xaverius Pusat Palembang Provinsi Sumatera Selatan,”katanya, Rabu (23/9/2020).

Agnes yang karib dipanggil Ika ini menambahkan untuk aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran daring ini adalah aplikasi WhatsApp (WA) dan Google Form.

“Kegunaan aplikasi WA yakni untuk menyampaikan materi kepada seluruh pelajar yang dilakukan oleh seluruh guru mata pelajaran di sekolah. Kemudian untuk kegunaan dari Google Form yakni untuk memberikan soal-soal ulangan yang akan dikerjakan oleh pelajar,” ungkapnya.

Ika juga menjelaskan pihaknya hanya tetap berpedoman pada beberapa surat menteri dan Diknas terkait dalam KBM di sekolah saat pandemi Covid19 ini. Ia juga mengatakan merujuk dari surat yang dikeluarkan oleh menteri, Diknas dan Yayasan Xaverius Palembang.

Maka pihaknya yang merupakan unit SMP Xaverius Lubuklinggau membuat juga pedoman untuk orang tua tentang kurikulum dan tata tertib belajar daring.
Ika juga mengatakan pihaknya sudah menyosialisasikan tentang pedoman ini kepada pelajar melalui WA.

Di mana saat sosialisasi, seluruh pelajar tetap berada di rumah, bahkan pelajarnya masih melaksanakan KBM di rumah.
Kemudian sejauh ini dikatakan Ika bahwa belum adanya kendala dalam pembelajaran daring karena pelayanan utama pihaknya yakni pelajar dan orang tua.

Maka ketika ada kendala dari pelajar, para wali kelas dan guru mata pelajaran langsung berperan maksimal dalam pendampingan belajar dirumah.

Walaupun KBM saat ini secara daring, pihaknya tetap menjalin komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua pelajar melalui tiga grup WA yakni pertama grup belajar (terdiri dari pimpinan sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran dan semua pelajar di kelas tersebut).

Kedua grup orang tua (wali kelas dan semua orangtua dalam 1 kelas), ketiga grup evaluasi (wali kelas dan pelajar saja).

Oleh karena itu, kata Ika, dari ketiga grup ini akan segera ditemukan masalah dan segera diatasi, sehingga pelajar dan guru tidak terkendala demikian juga dengan para orang tua.

Kemudian di setiap harinya semua guru dan karyawan sesuai dengan buku pedoman dari Yayasan Xaverius Palembang pihaknya membuat jadwal masuk mulai pukul 07.30 Wib hingga pukul 13.00 Wib.

Dan yang paling penting untuk mengkontrol para guru mata pelajaran di sekolah ini setiap sepekan sekali guru tersebut membuat laporan KBM daring yang formatnya sudah ditentukan dari Yayasan Xaverius Palembang dan satu bulan sekali semua laporan dikirim email ke Yayasan Xaverius Palembang dan akan pihaknya dokumenkan printout-nya.

Ika mengatakan, kepada seluruh pelajar bahwa belajar dari rumah bukan bearti libur tetap ikuti jadwal dan tata tertib daring yang sudah dibuat oleh pihak sekolah.

“Saya berpesan tetap mengikuti protokol kesehatan supaya mencegah penyebaran Covid19 dan jangan tunda pengumpulan tugas, jika tunda pengumpulan tugas berarti menunda keberhasilan anda,” tutupnya.(*)

Rekomendasi Berita