oleh

KB Suntik Potensi Keringkan Rahim

LINGGAU POS ONLINE- Tak sedikit pasangan, memiliki planning yang maksimal dalam merencanakan kehamilan. Sebagian dari mereka menempuh jalan dengan ber-KB. Tujuannya, agar jarak antara anak pertama dan selanjutnya, tak begitu dekat.

Sehingga bisa mendukung perencanaan pendidikan, kematangan finansial, sampai pada capaian-capaian target masa depan.

Namun, antara individu satu dengan yang lain, memiliki pengalaman ber-KB yang berbeda-beda. Menurut Kepala DPPKB Kota Lubuklinggau, Henny Fitrianti melalui Kabid KB, Kiagus Johan beberapa jenis KB yang sering digunakan warga Kota Lubuklinggau yakni, jenis pil, suntikan, implan dan IUD (Intrauterine Device). Sementara untuk laki-laki, kondom dan vasektomi.

Kiagus Johan juga membenarkan, dari masing-masing jenis KB, ada efek samping.

“Seperti KB pil, efek sampingnya bisa menyebabkan pusing dan pemakainya mudah gemuk. Sementara suntikan efek sampingnya bisa membuat menstruasi tidak teratur. Sedangkan IUD yang paling aman, hanya saja harus sering dicek agar posisinya tidak berubah. Efek lainnya tidak ada,” jelas Kiagus Johan, Rabu (11/12).

Menurutnya, saat ini KB jenis suntik yang masih banyak diminati. Baik yang sebulan sekali, maupun yang tiga bulan sekali.

Sementara untuk IUD, pihaknya menyarankan untuk memasang jenis KB ini saat menstruasi.

“Untuk wanita yang masih muda dan baru memiliki satu anak, IUD yang lebih kita sarankan. Pemasangannya ketika si ibu sedang haid agar lebih mudah,” tambahnya.

Sementara Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) RS AR Bunda Lubuklinggau, dr Wahyu Pranata, Sp.OG mengatakan, tidak semua KB memiliki efek samping.

“Khusus KB suntik misalnya, kalau yang sebulan sekali tidak mengganggu haid. Ibu yang KB sunting sebulan sekali tetap haid. Berbeda dengan ibu yang KB suntik tiga bulan sekali, cenderung tidak menstruasi dan mengeringkan rahim. Efek sampingnya, dinding rahim si ibu menipis. Biasanya setelah dua tahun berjalan, harus ganti KB lain. Agar dinding rahimnya menebal lagi, subur kembali,” tutur dr Wahyu, kemarin.

Sementara KB IUD ada yang hormonal dan non hormonal. Kalau yang non hormonal, kata dr Wahyu, biayanya lebih terjangkau. Namun efek sampingnya, kalau tidak cocok bisa pendarahan berkepanjangan.

Sementara kalau lebih aman, bisa pakai KB hormonal untuk mengurangi efek pendarahan. Hanya saja, memang harganya agak mahal.

Jenis KB lainnya, ada juga implan, yang dipasang di lengan. Efeknya bisa menyebabkan haid tidak teratur.

“Kalau ditanya yang paling aman yang mana, ya sesuai kebutuhan. Misal, si ibu sudah usia lanjut lebih baik pakai KB steril tubektomi. Kalau laki-laki vasektomi. Kalau biar jarak kelahiran anak tidak terlalu dekat, baiknya pakai IUD. Kalau pilih pil biasanya rawan lupa,” jelas dia.

Laporan Riena Fitriani Maris/Sulis

Rekomendasi Berita