oleh

Kawanan Bandit Bersenpi Masuk Mess Guru, Todong Dua CPNS SMA Muara Kulam

LINGGAU POS ONLINE –Kawanan bandit bersenjata api (Senpi) menyantroni mess guru SMAN Muara Kulam Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sabtu (7/9/2019) sekitar pukul 00.30 WIB.

Komplotan bandit yang berjumlah empat orang, tiga diantaranya memasuki mess, dengan cara mencokel jendela mess. Sementara itu, satu pelaku menunggu diluar.

Mess yang mereka masuki, ditempati Agus Ardiansyah dan Kosim, CPNS guru di SMAN Muara Kulam.

Sampai di dalam pelaku yang semuanya menggunakan sebo, menodongkan senpi ke kepala kedua korban yang terjaga.

Sontak kedua korban ketakutan. Para pelaku kemudian mengambil sepeda motor Honda Vario BG 2381 GV, laptop Acer, ponsel Xiaomi Note 7, ponsel Xiaomi Redmi4, harddisck, tiha buah power bank, tas ransel dan dua buah dompet.

Kepala SMAN Muara Kulam Ali Gunawan menjelaskan, saat kejadian kedua guru tersebut masih terjaga. Kemudian terdengar suara jendela dibuka.

“Tak lama datang tiga orang bertiga dengan senpi langsung menyandera kedua korban. Saat itu, para perampok sempat menanyakan jumlah orang didalam rumah. Para korban menjawab hanya berdua,” jelasnya.

Dikatakan Ali Gunawan, di SMA Negeri Muara Kulam ada dua rumah untuk mess. Kedua mess ini, dihuni oleh lima orang guru. Saat kejadian mess pria hanya ditempati dua orang guru, yakni Agus dan Kosim.

“Saat kejadian mess hanya dihuni oleh Pak Agus dan Kosim. Satu lagi sedang berobat, karena sakit. Saat kejadian, di mess perempuan hanya ada satu orang, karena temannya sedang melahirkan. Dia pun sangat ketakutan,” kata Ali Gunawan.

Diterusnya, kejadian tersebut sudah dilaporkan oleh korban ke Polsek Rawas Ulu.

“Selesai melapor kedua korban pulang kampong. Salah satunya pulang ke Brebes, Jawa Tengah, untuk menenangkan diri dan mengurus berkas yang hilang serta memblokir ATM mereka yang dicuri,” ia menjelaskan.

Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro melalui Kapolsek Rawas Ulu Iptu Ujang AR menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan kedua korban. Sementara kasusnya masih dalam penyelidikan. (*)

Laporan Fahmilan Jadidi

Rekomendasi Berita