oleh

Kasus Sengketa Lahan Tak Kunjung Usai

KUTIPAN
Kabid Pertanahan Yulian Septa Pratama:
“Pemkab Empat Lawang sudah lebih lima kali memfasilitasi pertemuan agar persoalan itu bisa diselesaikan, kita sudah dengar dari versi keduanya, baik dari masyarakat Desa Tanjung Kupang Baru maupun perusahaan..”

EMPATLAWANG – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) sedang menangani satu kasus sengketa lahan. Kasus tersebut terjadi tahun 2017, antara masyarakat dan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Kepala Disperkim Kabupaten Empat Lawang, Darno Bakar melalui Kabid Pertanahan, Yulian Septa Pratama mengatakan sengketa lahan antara masyarakat dengan perusahaan sekitar 497 Hektare (Ha). Lokasinya di Desa Tanjung Kupang Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Menurut Yulian Septa, proses penyelesaian problem sengketa lahan ini berlangsung sejak lama. Bahkan, kata dia, Pemkab Empat Lawang sudah lebih dari lima kali memfasilitasi, membahas hal ini dari dua belah pihak agar persoalan dapat terselesaikan.

“Pemkab Empat Lawang sudah lebih lima kali memfasilitasi pertemuan agar persoalan itu bisa diselesaikan, kita sudah dengar dari versi keduanya, baik dari masyarakat Desa Tanjung Kupang Baru maupun perusahaan,” terang Yulian, Rabu (30/1).

Yulian menjelaskan persoalan sengketa lahan tersebut, versi masyarakat Tanjung Kupang Baru lahan yang dibuka oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang mereka klaim adalah wilayah tanah Desa Tanjung Kupang Baru. Sejak dibuka perkebunan belum pernah ada ganti rugi oleh pihak perusahaan manapun.

Namun versi dari pihak perusahaan yang bergerak di Kabupaten Lahat tersebut, lokasi lahan yang diklaim milik warga Tanjung Kupang Baru, itu sudah diganti rugi kepada warga di Desa Jajaran Lama dan Ulak Bandung Kabupaten Lahat tahun 1993- 2013 lalu

Kemudian di lokasi yang sama, tahun 2001, 2016 sudah dilakukan pembayaran uang kepedulian atau tali asih dari perusahaan kepada warga dua desa tersebut.

Menurut Yulian, Pemda Empat Lawang sebagai yang memfasilitasi berharap persoalan tersebut selesai antara pihak masyarakat dan perusahaan. (key)

Rekomendasi Berita