oleh

Kasus Seksual Anak-anak Meningkat

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Kasus seksual masih menjadi ancaman bagi anak-anak. Khususnya anak perempuan. Dari kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak kasus seksual pada anak masih mendominasi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A dan PPKB) Kabupaten Rejang Lebong, Muradi melalui Sekretaris Dinas, Nunung Trimulyani, Rabu (3/1) menjelaskan, saat ini jumlah kasus yang diterima pada kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Rejang Lebong tahun 2017 ada 184 kasus. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 163 kasus.

Dari 184 kasus kekerasan perempuan dan anak tersebar di 15 kecamatan dalam kabupaten Rejang Lebong sepanjang Januari hingga Desember 2017 ini yang sudah tertangani dan diselesaikan baik secara mediasi maupun secara hukum sebanyak 95 %, sementara sisanya sekitar 16 kasus masih dalam proses.

“Dalam menangani kasus ini kita upayakan dulu mediasi, namun jika mediasi tidak berhasil maka akan dilanjutkan ke proses hukum,” katanya.

Dipaparkan Nunung, meningkatnya laporan tersebut disebabkan karena para korban saat ini sudah mulai sadar pentingnya melakukan pelaporan demi memberikan efek jera pada para pelaku.

“Kalau dulu tidak mau melapor karena masih malu dan lainnya, sekarang mereka sudah mulai sadar, setiap perbuatan yang merugikan korban dilaporkan sehingga bisa menjadi efek jera bagi pelaku dan korban merasa terlindungi,” paparnya.

Dijelaskan Nunung, dari 184 kasus kekerasan perempuan dan anak diterima rinciannya untuk korban pada perempuan di atas usia 17 tahun ke atas sebanyak 97 kasus atau laporan dan untuk anak-anak sebanyak 71 kasus.

“Untuk kasus anak-anak terbanyak kasus seksual, dari 71 kasus diterima sebanyak 24 kasus seksual, 23 kasus diantaranya korbannya perempuan dan satu anak korban laki-laki yakni kasus sodomi, sisanya merupakan kasus fisik dan psikologi dan penelantaran,” jelasnya.

Para pelaku sendiri, tambahnya, merupakan orang terdekat dan kebanyakan berada di kawasan pedesaan.

“Memang banyak kasus pada anak-anak ini berada di kawasan pedesaan, mereka (keluarga) terlalu percaya pada orang terdekat untuk menitipkan anaknya, salah satu faktor menitipkan karena orang tua pergi ke kebun,” jelasnya.

Selain faktor kepercayaan, tambahnya, faktor lainnya penyebab kasus seksual dan fisik terjadi anak-anak karena faktor ekonomi, sosial pendidikan dan pengaruh media sosial yang dinilai merupakan salah satu faktor terkuat.

“Kalau untuk korban perempuan dewasa seksualnya hanya dua kasus, sisanya kebanyakan kasus fisik atau kekerasan dan psikis,” tambahnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita