oleh

Kasus Narkoba Naik Drastis

79 Tersangka Tewas Tertembak

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Sepanjang Januari hingga Desember 2017, Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia mengungkap 46.537 kasus narkoba dan 27 kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang bersumber dari kejahatan narkoba. Dari kasus-kasus tersebut BNN berhasil mengamankan 58.365 orang tersangka kasus narkoba, 34 tersangka TPPU.

Jumlah itu meningkat drastis dari tahun 2016. Yang kala itu BNN RI telah mengungkap 807 kasus narkotika dengan mengamankan 1.238 tersangka. 1.217 WNI dan 21 warga negara asing.

Hal ini diungkapkan Kabag Humas BNN RI Kombes Sulistriandriatmoko, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, tahun 2017 pula 79 tersangka lainnya yang terpaksa mendapatkan ‘hadiah’ timah panas dari petugas hingga tewas. Akibat melakukan perlawanan saat dilakukan penindakan.

Hal ini, kata Kombes Sulistriandriatmoko, bukti keseriusan aparat penegak hukum dalam melawan kejahatan narkoba.

“Tembak di tempat bagi para pelaku kejahatan narkoba bukanlah gertak sambal semata. Melainkan komitmen hukum di Indonesia yang tegas dan keras kepada jaringan sindikat narkoba,” tambahnya lagi.

Dari kasus-kasus yang berhasil diungkap aparat penegak hukum dalam kejahatan narkoba, barang bukti yang disita secara nasional adalah sabu seberat 4,71 ton, ganja seberat 151,22 ton, serta ekstasi 2.940.748 butir dan seberat 627,84 kilogram

Lantas bagaimana dengan di Provinsi Sumatera Selatan?

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Drs Anthoni Hutabarat menjelaskan, BNNP Sumsel dan BNN kabupaten/kota di Sumsel telah melakukan ungkap kasus tindak pidana narkotika sebanyak 39 kasus dengan jumlah tersangka sekitar 70 orang selama 2017. Kasus itu, meliputi, bandar, pengedar dan pemakai dari beberapa lokasi di Sumsel. Brigjen Pol Drs Anthoni Hutabarat mengklaim terjadi penurunan kasus narkoba di Sumsel. Karena tahun 2016, BNNP Sumsel sempat mengungkap 46 kasus.

Namun sayang di Kabupaten Musi Rawas, Kapolres Kabupaten Musi Rawas AKBP Bayu Dewantoro, melalui Kepala Satuan Narkoba (Kasat Narkoba) AKP Forliamzon menjelaskan, sepanjang 2017 terungkap sebanyak 116 kasus narkoba terjadi di Kabupaten Musi Rawas.

Yang terlibat beragam. Termasuk oknum dari berbagai profesi dan pekerjaan.

“Tahun 2017 ini tertinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kalau tahun 2016 kita kami mengungkapkan 105 orang, sementara 2015 sebanyak 82 orang tersangka,” ungkap Forliamzon, Kamis (4/1).

Jadi, imbuhnya, kalau dibanding-banding memang baik pengguna maupun pemakai serta penjual (bandar/red) malah semakin menjadi.

“Inilah tugas lebih berat kami ke depan,” ucapnya.

AKP Forliamzon menambahkan, untuk barang bukti yang didapatkan dari ungkap kasus 2017 tersebut antaranya, sabu seberat 173,75 gram, Ganja 190,22 gram dan Ekstasi sebanyak 194 butir.

Sedangkan 2016 jumlah BB yang didapatkan, sabu 1,405 Gram, Ganja 455 Gram dan Ekstasi 5 butir+ 3 Gram, sedangkan untuk 2015 Sabu 153,85 Gram, Ganja 4.008,42 Gram dan Ekstasi 203 butir,”katanya.

Untuk mengurangi kejadian-kejadian yang berlaku terhadap pengguna maupun pemakai serta penjual tersangka narkoba, anggota Sat Narkoba Polres Musi Rawas harus bekerja sama dengan pihak-pihak. Seperti masyarakat dan pemerintah.

Peningkatan kasus secara drastis juga terjadi di Kota Lubuklinggau. Sepanjang 2017, Polres Lubuklinggau mengungkap 79 kasus penyalahgunaan narkoba. Dengan meringkus 98 pelaku. Barang bukti yang diamankan 19,7 Kg ganja, 808,97 gram sabu, dan 340,65 butir ekstasi.

Jumlah itu naik drastis dibanding tahun 2016. Mapolres Lubuklinggau hanya mengungkap 66 kasus, dengan 101 pelaku. Dengan jumlah barang bukti 21.840,71 gram ganja, 114,83 gram sabu dan 1,5 butir pil ekstasi. (19/05/Net)

Komentar

Rekomendasi Berita