oleh

Kasus Covid di Sumsel Naik Turun, Ahli Epidemiologi Minta Masyarakat Tetap Dispilin Protokol Kesehatan

LINGGAUPOS.CO.ID – Penambahan kasus baru positif Covid-19 di Sumatera Selatan masih terus bertambah sebanyak 29, sehingga total positif berjumlah 2.078, Selasa (1/7/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel yang juga Ahli Epidemiologi Sumsel Dr. Iche Andriani Liberty mengatakan, hari ini ada penambahan kasus baru positif COVID-19 sebanyak 29 orang dengan rincian dari Palembang 22 orang, Muara Enim, PALI dua orang, Lubuklinggau, Banyuasian dan Pagaralam masing-masing satu orang.

Lebih lanjut dikatakan Iche, selain ada penambahan positif ada juga penambahan yang sembuh sebanyak 19 orang dengan rincian dari Palembang lima orang, Banyuasin tiga orang, Muara Enim satu orang, Lubuk Linggau empat orang dan PALI enam orang.

“Dengan adanya penambahan yang sembuh sebanyak 19 orang total yang sembuh menjadi 1.051,” katanya.

Kemudian ada juga yang meninggal sebanyak 7 orang, sehingga total meninggal menjadi 97 orang.

Sementara untuk orang yang positif selesai atau sembuh sebanyak 1.148, kasus dan yang masih aktif atau masih dalam proses penyembuhan dan menunggu hasil laboratorium sebanyak 930 orang. Dan itu untuk total orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 8.619 orang, selesai pemantauan 6.879 orang dan yang masih dalam pemantauan 1.740 orang.

Sedangkan total pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 978 orang, yang selesai dalam pengawasan 660 orang dan yang masih dalam pengawasan 318 orang.

Ditambahkan Iche saat ini transmisi virus masih di angka 1,02, artinya satu orang masih bisa menularkan ke satu hingga dua orang lainnya.

“Tetap dihimbau bagi masyarakat jangan lengah walaupun aktivitas sudah dibuka. Tetap protokol kesehatan disiplin dilakukan untuk semua kalangan, baik masyarakat umum maupun bekerja,” jelasnya.

Diterangkan juga bahwa pada saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di dua kota di Sumsel, pihak Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel telah melakukan survei dengan 2.071 responden untuk mengetahui jumlah kontak.

Berdasarkan survei tersebut Sumsel memang terjadi penurunan contact rate yakni satu orang akan bertemu enam orang rata-rata dengan orang selain anggota keluarga di rumah. Setelah PSBB belum ada survei karena mobilitas penduduk sudah semakin meningkat sehingga sulit untuk adakan survei.

Terkait, usulan pemberlakuan kembali PSBB di Sumsel, karena memang data perkembangan kasus Covid-19 bersifat dinamis dan tergantung dengan pergerakan data dari 15 indikator dari tiga domain zona kasus, pihaknya akan melakukan kajian dan analisis kembali.

“Kita selaku satgas Covid-19 sifatnya hanya menunggu kebijakan pusat dan kepala daerah, secepatnya kita akan berikan rekomendasi apa saja yang harus dilakukan terkait dengan PSBB lagi atau tidak,” tutupnya. (*)

Rekomendasi Berita