oleh

Kasek Dilantik Diduga Belum Penuhi Syarat

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Kebijakan mutasi Kepala Sekolah (Kasek) dilakukan Dinas Pendidikan (Disdikbud) Empat Lawang pertengahan Januari 2018 lalu menuai kritik.

Apa pasal? Informasi didapatkan sebagian besar yang diangkat menjadi Kasek diduga tanpa disertai sertifikat Kasek, dan belum mengikuti pendidikan pelatihan calon Kasek, bahkan ada yang masih golongan IIIb, ada juga guru yang belum sertifikasi diangkat menjadi Kasek.

Sehingga sangat wajar kewenangan dan kelayakan bersangkutan masih dipertanyakan. Mengacu pada Permendiknas No. 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kasek terdapat beberapa persyaratan khusus, diantaranya memiliki Sertifikat Kasek diterbitkan oleh lembaga ditunjuk, dan ditetapkan direktorat jenderal dan telah mengikuti pendidikan dan pelatihan calon Kasek.

“Sebenarnya kami kecewa karena sudah susah payah menyelesaikan pembelajaran profesional menjadi Kasek dengan biaya sendiri. Sudah memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS), tapi dikembalikan menjadi guru lagi,” kata salah seorang mantan Kasek minta identitasnya dirahasiakan.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Empat Lawang Rita melalui Kasi Pendataan Tenaga Kependidikan (PTK) Pendidikan Dasar (Dikdas), Arbanu menjelaskan beberapa Kasek yang di mutasi menjadi guru, dikarenakan sudah mendekati masa pensiun.

“Beberapa yang dimutasi itu memang sudah hampir pensiun,” kata Arbanu didampingi Kabid Pembinaan SD, Rumiyadi.

Saat ditanya kelayakan diangkat menjadi Kasek, ia tidak menampik ada beberapa memang belum layak menjabat Kasek.

“Seharusnya memang sudah sertifikasi, minimal golongan III c,” ungkap Arbanu.

Ia meneruskan mengenai sertifikat calon Kasek hanya sebagai pendukung saja. Sementara untuk Diklat memang belum ada program dari pemerintah.

“Selama ini untuk Diklat mereka (Kasek,red) memang berdasarkan inisiatif mereka sendiri,” imbuhnya.

Kabid Pembinaan SD, Rumiyadi menambahkan pelantikan Kasek belum lama ini berdasarkan penilaian Disdikbud, serta rekomendasi dari pengawas dan UPTD pendidikan setiap Kecamatan.

“Tidak semua usulan yang masuk itu diterima, kemarin ada sembilan orang yang tidak memenuhi syarat usulannya ditolak,” jelasnya. (04)

Komentar

Rekomendasi Berita