oleh

Karyawan Toserba Terpaksa Dirumahkan

Diduga Tak Gajian Selama Lima Bulan

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Kabar mengejutkan mencuat dari dunia ketenagakerjaan. Salah satu Toserba yang beberapa tahun lalu cukup terkenal di Kota ‘Sebiduk Semare’ ini, terpaksa merumahkan sejumlah karyawannya.

Meski belum dipastikan berapa jumlahnya, karena belum dilaporkan ke Disnaker, tapi info ini sudah santer menyebar. Malah yang mengejutkan lagi, menurut salah seorang keluarga eks karyawan, minta namanya tidak dikorankan, karyawan Toserba itu diduga belum menerima gaji. Ada yang lima bulan sampai 8 bulan tak mendapatkan gaji.

Keluarga eks karyawan ini melapor secara lisan kepada pihak Disnaker Kota Lubuklinggau. Dan, Kadisnaker Kota Lubuklinggau, H Purnomo saat dikonfirmasi Linggau Pos, Kamis (9/11) membenarkan informasi tersebut.

“Memang benar, ada keluarga dari karyawan Toserba yang belum menerima gaji, ada yang lima bulan, ada juga delapan bulan. Tapi, laporannya masih secara lisan, bukan tertulis. Kami tetap menerima pengaduan tersebut,” kata Purnomo.

Apa penyebabnya? Mantan Kabag Kesra Setda Lubuklinggau menyebutkan kemungkinan karyawan dirumahkan serta belum mendapat gaji, disebabkan kebijakan dari manajemennya.

“Penyebabnya mungkin dari manajemen Toserba itu, sementara kami tak bisa komentar banyak. Karena pihak Toserba belum melapor ke Disnaker,” ungkap Purnomo.

Kembali Purnomo menegaskan, dari informasi diterima pihaknya memang banyak karyawan Toserba itu yang dirumahkan.

“Kalau jumlahnya kita tidak tahu, tapi memang ada yang melapor,” ungkap Purnomo meminta agar manajemen Toserba itu segera melapor ke pihaknya, agar duduk persoalannya menjadi jelas.

Menindaklanjuti laporan ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Lubuklinggau. Untuk segera melakukan monitoring di sana.

“Sementara kami sendiri belum bisa memanggil pihak perusahaan, karena belum ada dasar yang jelas. Kecuali, ketika ada surat keluhan atau laporan yang masuk ke kita. Namun kita berharap pihak SPSI segera melaporkan hasil monitorng mereka, disamping kita juga segera melakukan koordinasi dengan pihak pengawas dari Disnaker Provinsi Sumsel,” jelasnya.

Untuk pihak perusahaan, ia mengimbau segera menyelesaikan permasalahan ini.

“Ketika memang perusahaannya failed, maka harus ada surat keterangan failed dari pihak pengadilan. Selain itu, pihak perusahaan juga seharusnya terus jaga harmonisasi dengan seluruh karyawan, sehingga bisa terjalin hubungan industrial yang baik,” imbaunya.

Ketika pihak perusahaan melaporkan, pihaknya akan segera mendata berapa karyawan yang dirumahkan.

“Akan kita data per individu. Kita latih, dan kita siapkan untuk mengikuti perekrutan di perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan,” tambahnya.(09/01)

Komentar

Rekomendasi Berita