oleh

Karena Rasanya Berbeda

LINGGAU POS ONLINE – MUSI RAWAS – Tersangka Marwan (38) warga BTS Ulu yang diduga memerkosa anaknya, mengakui perbuatannya kepada Petugas Polsek BTS Ulu. Demikian dijelaskan Kapolres Musi Rawas, AKBP Suhendro melalui Kapolsek BTS Ulu, Iptu Harun Ashari.

“Kepada penyidik, tersangka mengakui memerkosa anaknya. Dua kali berhasil dilakukan, dan yang terakhir korban berhasil melarikan diri,” jelas Kapolsek, Senin (22/7).

Tersangka ditambahkan Kapolsek, mengakui nekat memerkosa anak tirinya, karena merasa tidak puas dengan istrinya (ibu korban, red).

“Dia mengaku menyesal. Tersangka juga mengakui, ia merasa tidak puas dengan istrinya,” tambah Kapolsek.

Informasi lain diterima Linggau Pos, tersangka sudah dua tahun menikah dengan ibu korban. Selama ini secara biologis ia tetap dilayani dengan baik dengan istrinya. Hanya saja tersangka sengaja melakukan nafsu bejatnya dengan anak tirinya, karena rasanya berbeda.

Seperti diketahui sebelumnya, Marwan (38) warga Kecamatan BTS Ulu ditangkap petugas Polsek BTS Ulu, Sabtu (20/7) sekitar pukul 11.30 WIB. Karena diduga memerkosa anak tirinya, sebut saja Kuntum (13) yang tinggal serumah dengan tersangka.

Tersangka dua kali berhasil memerkosa korban, sedangkan terakhir gagal karena korban melarikan diri. Semua kejadian di kediaman yang ditempati tersangka bersama istrinya (ibu korban, red), korban dan dua anak kandung tersangka.

Pemerkosaan pertama, Kamis 7 Maret 2019 sekira pukul 13.00 WIB.

Korban bersama kakak tirinya, sedang tidur di kamar. Tiba-tiba tersangka membangunkan mereka, serta meminta anaknya (kakak tiri korban, red) agar mengantar adik tiri korban yang berusia 6 tahun mengaji.

Setelah kedua orang tersebut pergi, tersangka menjanjikan korban akan memberikan uang Rp200 ribu dan membelikan ponsel. Kemudian tersangka membungkam mulut korban dengan tangan, melucuti pakaian korban dan memerkosanya.

Setelah beberapa menit, korban berhasil menendang perut tersangka, hingga melarikan diri dari rumah melalui pintu belakang.

Ternyata tersangka mengulangi perbuatannya.

Selasa, 9 April 2019 sekitar pukul 13.10 WIB, saat korban dan kakak tirinya sedang tidur, tersangka membangunkan anaknya, dan meminta mengantarkan adiknya mengaji.

Saat itu korban tidak terbangun. Namun ia mendadak terbangun, karena ada yang menggerayangi tubuhnya.

Pemerkosaan kembali terjadi. Usai kejadian, korban langsung pergi karena ketakutan.

Terakhir, Rabu (10/7) sekitar pukul 11.30 WIB.

Usai mandi di sungai bersama temannya dan pulang ke rumah, korban berganti pakaian di dalam kamar.

Selesai berganti pakaian, tiba-tiba tersangka mendobrak pintu kamar korban. Seketika korban mendorong tersangka hingga terjatuh. Korban langsung kabur melalui pintu belakang.

Setelah kejadian yang terakhir, korban menceritakan kejadian tersebut kepada omnya.

Kemudian Jumat (19/7), korban menceritakan semua kejadian kepada kakak kandungnya. Hingga Sabtu (20/7) sekitar pukul 09.00 WIB kasus ini dilaporkan ke Polsek BTS Ulu. (end)

Rekomendasi Berita