oleh

Karaoke dan Sisha Dilarang di Malaysia

KUALA LUMPUR – Pemerintah negara bagian Kelantan – Malaysia telah melarang pendirian shisha dan karaoke. Hal itu bertujuan sebagai bagian dari upaya untuk mengekang masalah sosial di kalangan pemuda.

Menurut Harian Harakah yang diterbitkan oleh partai Islam Parti Islam Se-Malaysia (PAS), yang memerintah Kelatan melaporkan, bahwa larangan itu merupakan upaya untuk mengatasi penyakit sosial di kalangan remaja.

“Mereka nongkrong berbondong-bondong untuk bersenang-senang sambil merokok shisha sampai jam dua pagi di tempat ini,” kata Otoritas Lokal, Perumahan dan Kesehatan Izani Husin seperti dikutip oleh Harakah.

“Ketika mereka pulang terlambat, mereka akan terkena kegiatan yang tidak sehat,” katanya setelah upacara pelantikan anggota Dewan Kota Bharu.

“Perusahaan yang kedapatan melanggar larangan itu dapat dikenai denda majemuk, atau berisiko izin operasionalnya ditangguhkan,” tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah negara bagian juga melarang snooker, biliar, dan karaoke dengan alasan mereka mempromosikan kejahatan dan perjudian.

Namun Pada akhir 2005, bagaimanapun perusahaan diizinkan untuk melanjutkan operasi, di bawah kondisi yang ketat. Misalnya, izin pengoperasian karaoke hanya dikeluarkan untuk perusahaan yang melayani keluarga. Kamar pribadi tidak diizinkan di tempat.

Saat ini tidak ada bioskop yang beroperasi di negara bagian, yang diyakini karena pedoman ketat yang diberlakukan oleh pihak berwenang, termasuk tempat duduk yang dipisahkan berdasarkan gender dan pencahayaan yang terang selama pertunjukan.

PAS juga telah mendorong untuk mengajukan RUU kontroversial di parlemen federal untuk meningkatkan kekuasaan pengadilan Syariah atau Islam. (der/fin)

Rekomendasi Berita