oleh

Karang Jaya Jadi Sorotan!

LINGGAU POS ONLINE– Lagi, Tim Gabungan dari Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Polres Musi Rawas (Mura) dan Resmob Kompi B Petanang menemukan ladang ganja (Cannabis), Kamis (1/8) sore. Sebagaimana saat pertama dan kedua, pada temuan ketiga ini ladang ganja seluas1 hektare (Ha) itu terletak di Desa Sukaraja, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Dari informasi yang dihimpun Linggau Pos, tim gabungan tersebut dipimpin personel Ditresnarkoba Polda Sumsel yang dipimpin AKBP Edy Nugroho.

Saat dihubungi Linggau Pos, AKBP Edy enggan banyak komentar.

“Saya belum bisa menjelaskan apa-apa. Besok pagi (pagi ini, red). Pak Kapolda langsung yang akan menjelaskannya,” terang mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau itu singkat, Jumat (2/8).

Saat ditanya soal kualitas ganja temuan ketiga, umur tanaman ganja itu, bahkan termasuk proses pengintaiannya, Edy enggan berkomentar sama sekali.

Menurut informasi yang dihimpun Tim Linggau Pos, penyisiran untuk mencari ladang ganja itu dilakukan selama dua hari. Bahkan sampel tanaman ganja yang diamankan sudah dibawa ke Mapolres Musi Rawas (Mura), kemarin.

Penemuan ladang ganja ketiga ini, terletak di dua lokasi. Pertama, dengan enam unit mobil tim gabungan menyisir jalan menuju puncak Bukit Cermin Desa Sukaraja, Kecamatan Karang Jaya. Di lokasi ini, tim menemukan barang bukti 3.000 batang pohon ganja siap panen di atas ladang seluas lebih kurang 1 Ha.

Dari 3.000 batang pohon ganja tersebut sebanyak kurang lebih 2.900 batang sudah dimusnahkan dengan cara dibakar di lokasi.

Pemilik ladang ganja di lokasi pertama adalah Arpandi (45 tahun) warga Desa Sukaraja, dan sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lokasi kedua, tim menemukan barang bukti 700 batang pohon ganja siap panen di atas ladang seluas kurang lebih 0,5 Ha di Bukit Cermin Desa Lubuk Kumbung, Kecamatan Karang Jaya.

Dari 700 batang pohon ganja tersebut lebih kurang 650 batang sudah dimusnahkan dengan cara dibakar di lokasi.

Yang dibawa hanya 50 batang, kami menemukannya di lereng bukit. Untuk pemilik lahan masih dalam penyelidikan.

Jadi, dari dua TKP, berkisar 3.700 batang ganja ditemukan dan 150 batang dibawa ke Mapolres Mura.

Adapun hasil dari penangkapan, saat ini petugas berhasil mengamankan beberapa orang yang di ringkus di dalam rumah Arpandi. Saat dilakukan penyergapan, ada empat orang yakni Febry Wikandika alias Debi, Rusandi Darling, Benny dan Syukri yang diduga akan memakai ganja, akan tetapi pemilik kediaman sekaligus pemilik lahan Arpandi berhasil meloloskan diri.

Kemudian setelah tim berhasil mengamankan lokasi dengan barang bukti ganja sekaligus beberapa diduga tersangka, Tim Gabungan tiba di Mapolres Mura dan Tim dari Polda melakukan konsolidasi dengan Kapolres Mura.

Mendengar kabar ini Kepala BNN Mura, Hendra Amoer menjelaskan temuan ini mengindikasikan bahwa darurat narkoba memang benar adanya.

“Memang Muratara bukan wilayah kerja kami. Berbeda dengan Polres Mura yang mem-back up Mura dan Muratara. Hanya saja, jika ada laporan dari warga Muratara tentang penyalahgunaan narkoba, tetap kami tindak lanjuti,” terang Hendra Amor.

Temuan ladang ganja di Muratara membuatnya makin waspada.

“Kalau di Mura, berdasarkan informasi dari masyarakat maupun hasil penyelidikan, sepertinya belum ada (ladang ganja). Tapi tidak menutup kemungkinan. Karena yang namanya bisnis haram itu semuanya berisiko jadi tempat penanaman ganja. Bisa jadi tempat transaksi. Jadi kami mewaspadai itu. Mudah-mudahan di wilayah Mura tidak ada.
Kalau ada kami berharap kasih informasi. Jadi kami bisa segera menindak,” imbuhnya. (yan/lik)

 

Rekomendasi Berita