oleh

Kapolres Musi Rawas: Penyelenggara Tidak Amanah, Beritakan!

LINGGAUPOS.CO.ID – Kapolres Musi Rawas AKBP Efranedy menegaskan jika ada penyelenggara pilkada yang tidak amanah silakan beritakan supaya yang lain sadar. Hal ini dijelaskannya disela-sela rapat koordinasi yang diadakan Badan Pengawasan Pemilihan Kabupaten Musi Rawas, Selasa (13/9/2020).

Kapolres mengatakan ada empat potensi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Pilkada Musi Rawas, pertama mobilitas ASN. Karena baik calon bupati maupun calon wakil bupati petahana. “Kedua mobilitas sukuisme (SARA) dan Bawaslu dan awak media harus melakukan upaya pencegahan,” katanya.

Ketiga Black Campaign dan penyebaran hoax mulai masif. “Media tolong sampaikan ke publik hal-hal yang positif dari masing-masing calon agar tidak menimbulkan potensi kerawanan. Keempat politik uang, masih menjadi kerawanan paling besar dalam setiap gelaran pilkada,” ia mengatakan.

Lanjut ia, penyelenggara pemilu harus benar-benar on the track, jangan keluar jalur, bekerja secara maksimal. “Deteksi secara dini potensi kerawanan pilkada.
Kemudian peran awak media harus netral. Pemberitaan harus seimbang. Kalau tidak berimbang pasti tidak professional,” katanya.

Sementara itu, Komisioner KPU Syarifudin Devisi SDM menjelaskan kerawanan terjadi pada pelanggaran terhadap protokol kesehatan Covid-19 dan pelanggaran kode etik penyelenggara di jajaran badan adhoc.

“Kalau KPU bisa langsung menyelesaikan masalah jajaran adhoc nya.Juga kerawanan netralitas perangkat desa, terutama beberapa desa yang dijabat Pjs Kades dari unsur ASN serta media harus tegak lurus, jangan menimbulkan propaganda,” tegasnya. (*)

Rekomendasi Berita