oleh

Kapolres Instruksikan Awasi Dana Desa

Kapolres Rejang Lebong AKBP Napitupulu Yogi
“Saya minta pendamping betul-betul mendampingi kegiatan DD di desanya masing-masing, karena peran pendamping sangat penting dalam melaksanakan kegiatan DD ini,”

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Agar pelaksanaan Dana Desa (DD) bersumber dari APBN bisa sesuai dengan peruntukannya, saat ini kepolisian ikut mengawasi penggunaan Dana Desa (DD).

Penegasan ini disampaikan Kapolres Rejang Lebong, AKBP Napitupulu Yogi saat melakukan rapat di ruang rapat Bupati, Senin (6/11). Dalam rapat membahas soal DD juga dihadiri Bupati Rejang Lebong, DR H A Hijazi, Kajari Curup Edi Utama, Dandim 0409 Rejang Lebong Letkol Kav Hendra Nuryahya pihak Dinsos PMD Rejang Lebong, pendamping desa dan sejumlah camat dan pihak terkait.

Kapolres menegaskan pelaksanaan DD desa peran pendamping desa sangat penting mulai dari penataan buku, pertanggungjawaban dan pelaksanaan di lapangan.

“Saya minta pendamping betul-betul mendampingi kegiatan DD di desanya masing-masing karena peran pendamping sangat penting dalam melaksanakan kegiatan DD ini,” harapnya.

Jangan sampai, pendamping desa hanya datang melihat-lihat dan kemudian pulang. Diakui Kapolres, dengan adanya pendamping desa untuk memenuhi SDM desa yang masih terbatas.

“Polisi akan terus awasi dana desa agar pelaksanaan dana desa sesuai dengan peruntukannya untuk rakyat,” tegasnya.

Kapolres juga meminta agar desa dalam melaksanakan kegiatan terbuka, salah satunya dengan memasang Baliho agar warga bisa mengetahui pembangunan yang dilaksanakan menggunakan dana desa.

“Jangan sampai pelaksanaan dana desa hanya kades dan perangkatnya saja yang tahu, tapi semua warga berhak tahu,” paparnya.

Menurutnya, dengan ikut mengawasinya DD, polisi bukan untuk menakuti Kades. Tapi berfungsi untuk pengawasan.

“Bukan untuk mencari kesalahan tapi untuk mendampingi dan mengawasi agar anggaran yang sangat besar bisa dipertanggungjawabkan dan digunakan semestinya karena itu uang rakyat,” tegasnya.

Senada disampaikan Kajari Curup, Edi Utama, menurut penggunaan DD peruntukannya untuk masyarakat memang sangat rawan.

“Saya juga desa terbuka mulai dari perencanaan, penyusunan APB-Des hingga pelaksanaan agar. Ikuti petunjuk yang ada untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Ia menekankan pada pendamping desa agar benar-benar mendampingi desa. Sebab, banyak desa yang tidak mengetahui tentang teknis, hukum dan lainnya. Sehingga peran pendamping desa sangat dibutuhkan.

Sementara itu, Bupati Rejang Lebong DR H A Hijazi menyampaikan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan dari pendamping desa tentang kondisi desa di desanya masing-masing.

“Peran pendamping desa sangat penting, kalau nanti ada penyimpangan pendamping desa mempunyai tanggung jawab karena pendamping desa merupakan pendamping desa dalam pelaksanaan dana desa,” katanya.

Oleh sebab itu, Hijazi berharap dengan keterbatasan SDM di desa bisa terbantu dengan adanya pendamping desa.

“Saya harap pendamping desa tinggalnya di Rejang Lebong, agar mudah mendampingi desa menjadi kewenangannya masing-masing,” harapnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita