oleh

Kapolres Akui Anggotanya Tertembak Personel BNN

MUSI RAWAS – Kapolres Musi Rawas (Mura), AKBP Suhendro mengklarifikasi peristiwa tertembaknya anggota Sat Narkoba Aiptu JP, saat menyergap tersangka narkoba di Desa Maur Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Sebelumnya Rabu (26/12), Kapolres menjelaskan JP tertembak Senjata Api (Senpi) sendiri. Namun dalam klarifikasi, Kamis (27/12), ia mengakui Aiptu JP tertembak oleh anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mura, Bripka YG.

“Setelah dilakukan pra rekonstruksi, ternyata tertembak rekannya (tertembak oleh Bripka YG,” kata Kapolres kepada Linggau Pos.

Kepada awak media di Mapolres Mura, Kapolres menjelaskan, Rabu (26/12) sekitar pukul 15.30 WIB, tim gabungan Sat Narkoba Polres Mura dan BNN Mura menyergap dua bandar narkoba di Desa Maur Baru Kecamatan Rupit.

Tersangkanya adalah Bastian (45) warga Desa Maur Kecamatan Rupit dan Romi Dasmal (22) warga Desa Maur Baru Kecamatan Muara Rupit. Keduanya berhasil ditangkap (dalam berita sebelumnya, dijelaskan hanya Bastian yang tertangkap, sementara Romi berhasil kabur).

Dari kedua tersangka petugas mengamankan 10 klip plastik diduga berisi sabu, satu bal plastik klip kosong ukuran besar, dua plastik klip kosong ukuran kecil dan 11 pirek kaca.

Tersangka Bastian dikatakan Kapolres berhasil disergap di rumahnya tanpa pelawanan. Kemudian petugas melakukan pengembangan, yakni dengan menyergap tersangka Romi Dasmal.

“Namun saat hendak ditangkap Romi Dasmal berhasil melarikan diri,” kata Suhendro.

Melihat Romi Dasmal melarikan, petugas BNN Bripka YG dan Aiptu JP dari Sat Narkoba Polres Mura, langsung melakukan pengejaran.

“Di tengah pengejaran, Briptu YG sedang berlari di belakang Aiptu JP. Saat itulah Briptu YG terpleset, tanpa sadar senjatanya terpicu dan mengenai bagian pinggang sebelah kiri Aiptu JP,” klarifikasi Kapolres.

Namun demikian tambah Kapolres, dalam penyergapan tersebut, dua orang tersangka dan barang bukti berhasil diamankan. Sedangkan Aiptu JP kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau.

“Untuk Briptu YG, kita akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan BNN Mura. Apabila nanti ditemukan pelanggaran-pelanggaran, tentu akan kami ambil tindakan. Namun saya tegaskan ini murni kecelakaan tanpa adanya kesengajaan,” kata Suhendro.

Terpisah Kepala BNN Mura, Hendra Amoer kepada Linggau Pos menjelaskan, bahwa kejadian tersebut kecelakaan.

“Namanya di lapangan, bisa saja terjadi kecelakaan. Namun kami tetap mematuhi proses hukum, dan menyerahkan sepenuhnya ke Polres Mura untuk melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Sementara kondisi Aiptu JP dijelaskan Kapolres, kemarin masih dirawat di Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau. Rencana operasi yang dilakukan Rabu (27/12) malam, diakui Suhendro tertunda, karena harus persetujuan keluarga.

“Rencananya pukul 16.00 WIB ini (kemarin, red) akan dilakukan operasi untuk pengangkatan proyektilnya,” kata Suhendro.

Kapolres mengucapkan terima kasih kepada pihak Rumah Sakit Siti Aisyah atas tindakan cepat dan sigap dalam upaya penanganan medis terhadap Aiptu JP. (cw1)

Rekomendasi Berita