oleh

Kantor Kades dan PAUD Masih Numpang

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Seluruh desa sudah mengusulkan beberapa pembangunan yang menurut mereka sangat dibutuhkan oleh masyarakat tahun 2018 ini. Salah satu desa yang mengajukan pembangunan dengan APBD Muratara itu adalah Desa Bingin Rupit. Apa yang warga butuhkan segera?

Usulan pembangunan yang disampaikan Desa Bingin Rupit telah melalui rapat bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), unsur masyarakat dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Dari kondisi yang ada disepakati ada beberapa usulan pembangunan yang disampaikan ke Pemerintah Kabupaten melalui Pemerintah Kecamatan Rupit.

Kepala Desa (Kades) Bingin Rupit, Hengky Basyip mengungkapkan, untuk tahun 2018, pihaknya sudah melaksanakan Musrenbang Desa, dengan mengusulkan beberapa pembangunan yang saat ini dibutuhkan masyarakat, yakni jembatan gantung untuk menyeberang dalam menjalankan aktivitas ke kebun yang saat ini sudah rusak, sehingga masyarakat kesulitan apabila ingin menyeberang.

“Mayoritas masyarakat kito ni bekebun karet di seberang, tapi jembatan gantung yang digunakan sekarang rusak parah jadi agak sulit masyarakat menggunakannya, untuk itu kita mengusulkan agar dapat diperbaiki oleh pemerintah kabupaten,” ucapnya, Minggu (7/1).

Lebih lanjut, Hengky menambahkan selain jembatan gantung, yakni gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Mengingat sampai sekarang PAUD Desa Bingin Rupit masih numpang dengan rumah masyarakat.

Tak kalah pentingnya juga dengan Kantor Kades, yang saat ini rusak parah. Sehingga untuk saat ini menggunakan toko dekat rumah untuk dijadikan kantor desa sementara sebelum adanya kantor Kades permanen.

“Tidak hanya itu, kami juga meminta agar pemerintah membangun dam penahan masjid, karena kalau tidak dibuatnya dikhawatirkan akan longsor,” sebutnya.

Begitu juga usulan normalisasikan irigasi persawahan milik masyarakat yang luasnya kurang lebih 70 hektare, yang ada saat ini dirasa kurang baik sehingga diharapkan adanya upaya normalisasi. Selanjutnya jalan setapak persawahan.

“Untuk pembangunan jalan ke persawahan maupun pembuatan kantor Kepala desa kami masih menunggu petunjuk dari pemerintah daerah, takutnya kalau dibangun menggunakan Dana Desa (DD) menyalahi aturan, maka dari kita masih menunggu petunjuk dari dinas terkait,” bebernya.

Disinggung pembangunan selama tahun 2017 lalu, untuk anggaran yang masuk guna pembangunan di Desa Bingin Rupit dari APBD dan APBN kurang lebih Rp 1,3 miliar.

“Tahun lalu, ada dana kurang lebih Rp 1,3 miliar yang masuk untuk pembangunan desa, untuk MCK, Panimas atau saluran pembuangan limbah rumah tangga, begitu juga untuk pembangunan lainnya, seperti peningkatan jalan, pembuatan jalan setapak dan rehab Polindes,” imbuhnya. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita