oleh

Kandidat Minta Pilkades Tanjung Hitung Ulang

LINGGAUPOS.CO.ID-Diduga ada kekeliruan dalam penhitungan surat suara dalam Pemilihan Kepala (Pilkades) Desa Tanjung, Kecamatan Muara Kelingi, Panhar minta dilakukan hitung ulang.

Pasalnya, berdasarkan pengamatan Panhar yang ikut bertarung dalam Pilkades Pergantian Antar Waktu (PAW) tersebut, ada setidaknya ada 30 surat suara yang dicoblos masyarakat untuknya hangus.

“Kami merasa dirugikan, dengan metode penghitungan ini,”katanya.

Dijelaskan Panhar, kerugian yang dialaminya itu akibat kesepakatan cacat hukum yang dilakukan ketika dilakukannya proses pemghitungan suara. Dimana surat suara yang di coblos lolos kelingking dinyatakan tidak sah.

“Ini sangat merugikan saya sebagai kandidat. Karena berdasarkan kesepakatan awal yang tidak boleh itu di cobek, bukannya lolos  kelingking,”tegasnya.

Akibat Panhar dirugikan, karena dari 40 suara yang dinyatakan tidak sah, 22 suara diantaranya merupakan suara milik Panhar, dan sisanya lagi suara milik Rian Oviansyah dan Rozi Ali.

Maka dari itu, dirinya meminta untuk dilakukan proses penghitungan suara ulang.

“Tuntutan kita minta hitung ulang, berdasarkan aturan yang berlaku. Bukannya, aturan yang dibuat-buat saja,”jelasnya.

Bahkan, saat ini kotak suara sudah tidak ada segel, tapi masih di kecamatan. Tentu saja, ini jadi tandatanya apa yang menyebabkan kotak suara itu tidak pakai segel.

Adapun hasil perolehan suara Pilkades Tanjung Kecamatan Muara Kelingi, yakni Panhar 140 suara, Rian Oviansyah 70 suara dan Rozi Ali Sunaryo 143 suara.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Tanjung Kecamatan Muara Kelingi, ketika berita ini diterbitkan ketika dihubungi via whatsapp belum memberikan keterangannya.(*)

Rekomendasi Berita