oleh

Kalau Tak Mau Divaksin Covid-19, Sekolah Bakal Terus Online

LINGGAUPOS.CO.ID – Tanpa vaksin manusia memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai kekebalan kolektif yang disebut juga herd immunity, terhadap virus corona penyebab Covid-19.

Tapi sepertinya tak semua orang akan rela mengantri untuk mendapat vaksin tersebut, lantaran ada beberapa orang yang menyatakan dirinya anti-vaksin.

Jadi, apa yang akan terjadi jika vaksin Covid-19 yang aman dan efektif tersedia, tetapi beberapa orang menolak untuk mendapatkannya?

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Musi Rawas (Mura), H Ristanto Wahyudi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Edwar Zuliyar mengatakan salah satu cara untuk meredam penyebaran virus adalah dengan mengembangkan “herd immunity” alias kekebalan kelompok dalam populasi.

“Herd immunity Covid-19 akan tercapai jika 90 persen populasi sudah kebal terhadap virusnya, ini memberikan sekilas gambaran tentang besarnya masalah jika sebagian besar orang tidak diimunisasi,” jelas Edward.

Dikatakannya, jika seperempat penduduk menolak divaksinasi, kehidupan sehari-hari kedepannya tentu akan mengalami perubahan besar. Setidaknya virus akan tetap menjadi masalah yang hadir selama bertahun-tahun ke depan.

Melakukan jarak sosial dan memakai masker di depan umum akan menjadi kebiasaan baru. Murid-murid yang di duduk bangku sekolah dan perguruan tinggi akan terus melanjutkan pembelajaran melalui kelas online.

“Untuk itu mari kita sukseskan program vaksinasi ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi Berita