oleh

‘Kalau Ingat Emak Kami Sedih’

Ungkapan Anak, Korban Suami Bunuh Istri’

Dani

“Ya, aku nangis teringat dengan emak dan apak. Emak sering nyuapi kami. Dia juga sering memeluk kami. Kalau Apak, rindu kalau malam. Dia nemani kami tidur …”

LINGGAU POS ONLINE, MUARA KATI LAMA – Dani (11) dan Krisna (4) tampaknya belum mampu meredam kesedihan dalam hatinya. Pasca pembunuhan yang terjadi terhadap sang ibu, Z (29) 4 Desember 2017 lalu. Yang membuat dua anak ini makin sedih, karena pembunuh ibu yang melahirkan mereka itu adalah sang ayah RK (33).

Baik Dani maupun Krisna memang tengah berusaha bisa menguatkan diri atas kejadian yang menimpa mereka. Namun, ekspresi jiwa dan fisiknya tak bisa berbohong.

Sejak pindah ke dalam ‘pelukan’ sang kakek, Arto di Desa Muara Kati Lama, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, Kabupaten Musi Rawas, Dani belum sepenuhnya pulih.

Saat tim Linggau Pos ke kediaman Kakek Arto, Dani dan Krisna memang dalam keadaan sehat. Sesekali keduanya tersenyum. Mereka juga mulai mengisi hari-hari dengan bermain bersama tetangganya. Dani tampak mengenakan baju dan celana pendek biru. Sementara Krisna mengenakan kaos oblong dan celana hitam.

Sang kakek Arto (60) yang merupakan bapak kandung tersangka RK, mengatakan Dani terkadang masih demam dan menggigil. Saat Demam, Dani selalu memanggil ibunya, mungkin ia teringat. Namanya juga umur masih kecil, ditinggal orang yang sudah menjaganya selama ini.

“Sementara Krisna main terus setiap harinya dengan anak tetangga di sini. Tetapi kalau mau tidur ia selalu memanggil bapaknya, karena Krisna ini dekat dengan bapaknya,” ungkap Arto.

Menurut Arto, di rumah panggung kayu itulah, Dani dan Krisna dirawat.

“Kalau masalah makan, Dani dan Krisna ini normal-normal saja tiga kali satu hari. Cuma sering demam. Mungkin dampak sering termenung terus setiap hari. Karena rindu orang tuanya,” ucapnya.

Saat dibincangi Linggau Pos, kemarin Dani mengatakan ia rindu pelukan emak. Ia juga masih ingat betul hangatnya Z ketika menjaga anak-anaknya.

“Kangen emak. Kalau emak tidak ada kami sedih. Kami tidak tahu mau ke mana. Tapi kami juga berdoa buat emak semoga emak tenang di dekat Allah,”tuturnya

Si Dani setiap harinya selalu termenung dan jarang bicara. Saat termenung ketika tidak ada teman, ia menangis. Karto pun tak tahu, apa yang dipikirkan putra sulung Z dan RK ini.

“Ya, aku nangis teringat dengan emak dan apak. Emak sering nyuapi kami. Dia juga sering memeluk kami. Kalau Apak, rindu kalau malam. Dia nemani kami tidur,” ucap Dani.

Selama ini, Dani sering bermimpi ketemu sesosok makhluk astral.

“Entah siapa dalam mimpinya itu, saya tidak tahu,” jelas Dani.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Lubuklinggau, Ngimaduddin menjelaskan, saat ini KPAD sudah memfasilitasi keluarga Arto sebuah handphone dari KPAD.

“Jadi kalau ada apa-apa kami minta mereka hubungi kami. Kalau sampai beberapa hari ke depan, Krisna masih meracau memanggil nama sang ibu dan Dani masih terus termenung, jelas kami turunkan psikiater. Hanya saat ini belum masuk kategori harus diturunkan psikiater,” jelasnya.

Sampai kemarin pun, Dani pun belum bersekolah.

“Kami sedang mengurus administrasi kepindahan Dani dari SDN Muara Beliti ke SDN Muara Kati Lama. Kita usahakan minggu depan, Dani sudah sekolah lagi di tingkat V SD,” jelasnya.(CW01/05)

Komentar

Rekomendasi Berita