oleh

Kalau Curang Siap-siap Sanksi

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Sekolah lanjutan tingkat atas dan siswa Bidik Misi yang melakukan kecurangan pada penerimaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2018, akan diberikan sanksi tegas.

Informasi ini disampaikan Ketua MKKS SMA Kabupaten Musi Rawas, Hairul Aswar, kemarin.

“ Siswa yang terbukti berbuat salah, juga dikenakan sanksi dan dibatalkan status kelulusan di SNMPTN. Oleh karena itu, kami menghimbau tolong kepala sekolah atau petugas yang ditugaskan Kepala Sekolah mengirimkan data dan nilai siswa-siswinya yang akan ikut SNMPTN bidik misi itu yang asli. Ini penting. Karena peluang untuk dapat Bidik Misi besar. Jangan sampai terlewatkan,” kata Hairul.

Dia mengatakan, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) juga sudah percaya terhadap sekolah yang mengusulkan rekam jejak dan prestasi siswa bidik misi itu. Mahasiswa bidik misi itu, merupakan siswa dari SMA/SMK yang memiliki nilai akademik yang cukup bagus, orangnya juga pintar, dan cerdas. Namun, siswa SMA itu, dianggap tidak mampu dari segi finansial untuk melanjutkan studi ke PTN.

Nah, sekolah yang siswanya berhak mengikuti SNMPTN adalah SMA/MA, SMK negeri swasta yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NISN), telah mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dengan lengkap.

Persyaratan siswa pendaftar di SNMPTN adalah siswa SMA/MA, dan SMK kelas terakhir pada tahun 2018 memiliki prestasi unggul, yaitu calon peserta masuk peringkat terbaik di sekolah pada semester tiga, semester empat dan semester lima.

Tata cara mengikuti SNMPTN tersebut, dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pengisian PDSS oleh sekolah dan verifikasi oleh siswa, dan pendaftaran SNMPTN oleh siswa. Biaya pendaftaran dan seleksi SNMPTN tidak dipungut biaya, dan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita