oleh

Kakek yang Cabuli Pelajar SMP Dituntut 9 Tahun Penjara

LINGGAUPOS.CO.ID – Terdakwa Marjan alias Jon (60) warga Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Supriansyah hukuman sembilan tahun penjara, dalam sidang di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Selasa (28/4/2020).

Menurut JPU, terdakwa terbukti melakukan pencabulan terhadap siswi SMP, inisial PW, yakni melanggar pasal 82 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak Jo pasal 64 ayat (1)KUHP.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, terdakwa yang mengikuti sidang melalui video conference meminta kepada majelis hakim vonis yang dijatuhkan lebih ringan. Selanjutnya majelis hakim yang diketuai Syahreza Papelma, dan didampingi Siti Yuristya Akuan dan Indra Lesmana Karim dengan Panitera Pengganti (PP)  Huzaima, menunda sidang sepekan kedepan dengan agenda vonis.

Baca Juga

Rayuan Maut Disertai Uang, Kakek Berhasil Cabuli Pelajar SMP

Adapun kasus yang menyeret kakek ini ke balik jeruji besi, sesuai dakwaan JPU, bermula Sabtu 29 Desember 2019 sekitar pukul 08.00 WIB, terdakwa datang ke rumah korban.

Saat itu, korban sendirian di rumah, sementara orang tuanya berada di kebun. Terdakwa mengetuk pintu belakang rumah, kepada korban ia mengaku hendak meminjam cangkul.

Terdakwa kemudian masuk ke dalam rumah, sementara korban ke kamar mandi. Saat korban keluar dari kamar mandi, terdakwa menarik korban menuju kamar, selanjutnya memaksa korban membuka baju.

Namun korban melawan, dengan cara menendang terdakwa. Tapi kalah tenaga, terdakwa menutup mulut korban, kemudian melakukan pelecehan seksual.

Usai melakukan aksinya, terdakwa mengancam korban menggunakan pisau dan gunting yang berada di kamar. “Kau jangan cerito samo siapo-siapo, kagek kau ku bunuh“. Lalu terdakwa memberikan uang Rp20 ribu kepada korban.

Kemudian, 2 Januari 2020 terdakwa kembali melakukan aksinya. Ia kembali datang ke rumah korban melalui pintu belakang. Saat bertemu terdakwa langsung menarik korban, korban sempat berontak namun kalah tenaga, kemudian denga paksa membuka baju korban. Usai mencabuli korban, ia memberikan uang Rp15 ribu.

Ternyata, 3 Januari 2020 terdakwa kembali datang. Kali ini kembali membuka baju korban dengan paksa dan melakukan pencabulan. Lagi-lagi ia memberikan uang usai melakukan aksinya, kali ini Rp10 ribu.

Selanjutnya, 8 Januari 2020 saatkorban sedang bermain di luar rumah, terdakwa memanggil korban dan mengatakan “Kau dipanggul Bapak Kau,” kemudian korban mendekat. Lalu terdakwa mengajak korban ke kebun sawit.

Sambil mengancam menggunakan gunting, di kebun sawit, terdakwa kembali mencabuli korban. Ia kali ini memberikan uang Rp15 ribu, usai melakukan aksinya.

Nah, pada 10 Januari 2020, saat korban sedang menunggu buah durian di kebun bersama saksi Nurbaiti. Datang terdakwa dan membujuk korban dengan iming-iming uang Rp300 ribu, kemudian membuka pakaian korban.

Namun aksi terdakwa diketahui saksi Nurbaiti. Saat itu juga terdakwa dan korban lari pulang ke desa. Selanjutnya kasus ini dilaporkan saksi ke orang tua korban, hingga akhirnya dilaporkan ke Polsek Muara Kelingi.(*)

Rekomendasi Berita