oleh

Kakek Perkosa Anak Tiri

RUPIT – Seorang kakek bernama Aliansyah (60) warga Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Minggu (6/1) sekitar pukul 05.30 WIB diringkus petugas Polsek Rupit.

Aliansyah yang memiliki tato di dada, ditangkap karena diduga memerkosa anak tirinya, Kuncup (13) bukan nama sebenarnya, yang merupakan siswi SMP. Bahkan akibat pemerkosaan tersebut, Kuncup kini hamil empat bulan.

Kapolres Musi Rawas (Mura) Suhendro melalui Kapolsek Rupit, AKP Yulfikri menjelaskan kepada Linggau Pos, terungkapnya kasus ini, bermula ayuk ipar korban curiga melihat perubahan sifat korban.

“Ayuk ipar korban curiga, karena perubahan bentuk tubuh korban. Selain itu juga menjadi pemurung,” kata Kapolsek.

Setelah didesak-desak oleh ayuk iparnya, akhirnya korban mengaku bahwa ia diperkosa bapak tirinya hingga dua kali.

“Korban kemudian diperiksakan ke bidan. Ternyata diketahui hamil empat bulan,” tambah Kapolsek.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Kepala Desa (Kades) selanjutnya dilaporkan ke Polsek Rupit.

“Kami mendapatkan laporan Sabtu (5/1). Setelah memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti-bukti, Minggu pagi tersangka kami tangkap,” tegas Yulfikri.

Tersangka ditambahkan Kapolsek, mengakui telah memerkosa korban sebanyak dua kali.

“Tersangka diancam melanggar Pasal 76d dan 76e Undang-Undang (UU) RI No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara,” katanya.

Ditambahkan Kapolsek, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka dan korban, aksi pemerkosaan pertama terjadi September 2018 sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu ibu korban sedang mandi di Sungai Rawas.

“Korban sedang makan di dapur. Tiba-tiba tersangka datang langsung menarik lepas celana korban, kemudian terjadilah pemerkosaan pertama kalinya,” tambah Kapolsek.

Setelah melakukan aksi bejatnya, tersangka mengancam korban “Awas kalau ngadu dengan ibu, akan bapak pukul.”

Sehingga korban ketakutan.

Beberapa hari kemudian, saat korban sedang tertidur di kamarnya dan rumah dalam keadaan sepi. Tersangka kembali memperkosa korban, juga mengancam agar tidak bercerita dengan ibunya.

Hingga akhirnya korban hamil empat bulan. Perubahan tubuh korban, akhirnya mengungkap kasus pemerkosaan ini.

“Dalam kasus ini, selain memeriksa tersangka dan korban, juga diperiksa saksi-saksi. Kami sudah meminta visum ke dokter. Juga diamankan amankan barang bukti kaos berwarna hitam dan celana hijau bercorak biru milik korban, yang digunakan korban saat diperkosa,” tambah Kapolsek.(awj)

News Feed