oleh

Kakak Adik Membunuh Siswa SMKN 2

* Korban Dipukul Bagian Kepala Dengan Kayu
* Tersangka Terancam 9 Tahun Penjara

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Kasus dugaan pembunuhan siswa SMK Negeri 2 Empat Lawang, Randi Afrizal (17) berakhir tuntas. Dua tersangka pengeroyokan terjadi Senin (13/11) telah diamankan polisi di Mapolres Empat Lawang.

Dua tersangka berinisial L (17) dan E (16), warga Desa Gunung Meraksa Baru Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang. Rupanya, dua tersangka ini merupakan kakak adik.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Reskrim, AKP Robi Sugara mengatakan, penangkapan dua tersangka ini merupakan hasil lidik, lalu pengawasan tentang keberadaan pelaku dan informasi dari masyarakat.

“Setelah diyakini informasi benar dan akurat tentang keberadaan tersangka, sehingga anggota Reskrim Gabungan Polsek dan Polres, sekitar pukul 16.00 WIB pada Senin (13/11) melakukan upaya paksa berupa tindakan penangkapan terhadap tersangka. Lokasinya di bedeng bata milik orang tua tersangka di belakang SD Negeri 3 Pendopo,” ungkap Robi, Selasa (14/11).

Ia menjelaskan setelah tersangka berhasil ditangkap, mereka langsung dibawa ke Mapolres Empat Lawang, guna dilakukan pemeriksaan secara intensif.

“Setelah dilakukan interogasi awal terhadap pelaku L, ia mengakui memang benar telah melakukan penganiayaan dan saat melakukan penganiayaan bersama dengan kakaknya E dengan secara bersama-sama mengeroyok atau memukul korban dengan kayu, pada bagian kepala. Sehingga akhirnya korban meninggal dunia,” jelasnya.

Kronologis kejadian, diceritakan Robi, saat korban pulang sekolah dari SMK Negeri 2 Empat Lawang Desa Nanjungan Kecamatan Pendopo ingin melerai perkelahian temannya yang lain, tiba-tiba datang tersangka membawa sebatang kayu dan berkata ‘Siapo yang belago?”. Kemudian langsung memukul kepala bagian belakang korban sebanyak satu kali, kemudian korban langsung jatuh dan terguling dengan posisi badan tertelungkup.

“Korban seketika pingsan bawah pohon kopi. Melihat kejadian tersebut kemudian siswa SMK lainnya langsung mendekat ke arah korban, dan langsung mengangkat korban ke rumah salah seorang warga. Setelah itu korban langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pratama Pendopo untuk diberikan pertolongan, lalu keluarga korban datang ke RS Pratama Pendopo setelah dilakukan pemeriksaan dan pertolongan medis diketahui bahwa korban telah meninggal dunia,” ungkapnya.

Saat ini Barang Bukti (BB) berupa beberapa potongan kayu dan pakaian korban telah diamankan.

“Memang pelaku bawah umur, namun mereka telah menghilangkan nyawa. Tetap akan dihukum sesuai pasal 170 ayat 1, 2 ke 3 KHUP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” tukasnya. (04)

Komentar

Rekomendasi Berita