oleh

Kajari Tetapkan Dua Tersangka Kasus AKN

Kajari Lubuklinggau, Hj Zairida
“Kita juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang saksi. Hasilnya untuk sementara BSS dan BR resmi ditetapkan sebagai tersangka…”

LINGGAU POS ONLINE, SIDOREJO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau menetapkan dua tersangka, atas dugaan korupsi pembangunan Akademi Komunitas Negeri (AKN) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Hal ini, disampaikan Kajari Lubuklinggau, Hj Zairida didampingi Kasi Pidum, M Naimullah dan Kasi Intel, Santoso Hadipranawa bersama beberapa jaksa fungsional senior saat press rilis di Kejari Lubuklinggau, Jumat (8/12).

Kedua tersangka yang dimaksud yakni MSS selaku PPTK dan BR selaku kontraktor atau pemborong kegiatan yang membutuhkan anggaran senilai Rp 8,4 miliar.

Menurut Hj Zairida, penetapan tersangka sesuai dengan Pasal 183 KUHAP, yakni terpenuhinya dua alat bukti, mulai dari keterangan saksi, alat bukti hingga keterangan ahli konstruksi.

“Kita juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang saksi. Hasilnya untuk sementara BSS dan BR resmi ditetapkan sebagai tersangka, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain,” jelasnya.

Bahkan, dilanjutkan Hj Zairida ketika inteligen Kejari Lubuklinggau mulai melakukan penyelidikan pada 12 Oktober lalu, tepat 14 hari setelah itu yakni 26 Oktober ada pengembalian dana kelebihan pembayaran senilai Rp 194 juta.

“Itu merupakan bentuk pengakuan, dan pengembalian kerugian tidak menghapus pidana. Kita sudah menyurati agar uang tersebut tidak dibelanjakan,” ujarnya.

Namun, untuk saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah kedua tersangka tersebut akan ditahan atau tidak. Karena, penahanan merupakan hak subjektif dari korps Adiyaksa.

Jadi, bila tersangka diduga akan melarikan diri atau menghilangkan alat bukti, pasti akan dilakukan penahanan.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara melalui Dinas Pendidikan, membangun gedung AKN di Desa Noman Baru Kecamatan Rupit tahun 2016 lalu. Dengan anggaran sekitar Rp 8,4 miliar.

Namun, hingga saat ini bangunan gedung AKN tersebut terbengkalai dan belum berfungsi sebagaimana mestinya lantaran belum selesai.

Pengamat Hukum Regional, Rahmat Setiawan mengatakan bahwa tentunya bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Nasional (HAKI) bahwa Kejari Lubuklinggau telah mengadakan pembagian stiker serta telah meringkus dua tersangka diduga terlibat kasus korupsi.

“Pastinya, memberikan apresiasi kepada kejaksaan. Namun akan lebih baik jika masih ada kasus korupsi yang belum terselesaikan bisa diselesaikan,” kata Rahmat Setiawan saat dikonfirmasi, Jumat (8/12).

Rahmat Setiawan menjelaskan, namun kembali lagi para tersangka melakukan korupsi pasti ada sebab. Salah satu contoh mungkin dikarenakan mudah terpengaruh dengan uang, namun mungkin juga gaya hidup yang memengaruhi baik diri sendiri dan keluarga.

“Tetapi yang paling penting, khusus para pejabat yang melakukan hal demikian. Mungkin saat menjadi calon pejabat banyak biaya yang dihabiskan yakni dengan KKN, maka dari itu melakukan korupsi,” jelas Rahmat Setiawan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, namun kembali lagi payung hukum juga harus lebih kuat, sebab masih banyak pelaku korupsi yang belum diringkus.

“Dan bahkan, ada yang telah ditetapkan tersangka malah dilakukan praperadilan, itu pun bisa lolos. Jadi harus dikuatkan lagi,” tutupnya.(11/16)

Komentar

Rekomendasi Berita