oleh

Kadis PU-PR dan Perkim Tanpa Keterangan

Kedisiplinan ASN

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Kemarin (2/1), sengaja tidak dilakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara). Namun, Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat melalui Sekretaris Daerah H Abdullah Makcik, mereka melakukan apel keseluruhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Alhamdulillah 99 % hadir, cuma Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR), J Wahyudi dan Kadis Perkim, Yan Tulak tidak ada tadi dan tanpa keterangan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Abdullah Makcik menjelaskan, untuk kepegawaian di instansi masing-masing, itu langsung oleh kepala OPD, nanti sore (kemarin,red) seluruh OPD dipinta laporan kehadiran masing-masing.

“Untuk kehadiran pegawai di OPD masing-masing, sore nanti akan disampaikan kepada kami,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Musi Rawas, Hj Suwarti melakukan Sidak ASN di tiga instansi. Yaitu di Bagian Umum, Bagian Protokol dan Bagian Kesra.

Untuk Bagian Umum pegawai banyak terkejut melihat ada Wabup Sidak. Terkejutnya bukannya mereka tidak mau di-Sidak tetapi belum absensi. Mereka langsung beramai-ramai menandatangani absensi.

Usai Sidak di Bagian Umum, Wabup langsung melakukan Sidak ke Bagian Protokol. Untuk di Bagian Protokol tidak sama seperti di Bagian Umum, di sana pegawai sudah absen dan masuk semua. Begitu juga untuk di Bagian Kesra.

Untuk di Bagian Kesra, ada yang lagi sarapan terkejut melihat ada Wabup. Saat Sidak Wabup didampingi Staf Ahli Pemerintahan.

Kepala Bagian Umum, Sutarmin, mengatakan bahwa seluruh pegawai pasca libur tahun baru masuk semua.

“Semuanya masuk tidak ada yang tidak masuk. Apalagi sudah diabsensi satu per satu,” kata Surtarmin.

Sutarmin menjelaskan, dengan masuknya seluruh pegawai menandakan bahwa pegawai sudah mengerti tugas dan kewajibannya. Apalagi libur sudah beberapa hari, saat Natal dan Tahun Baru.

Pada kesempatan itu, Hj Suwarti mengatakan bahwa berdasarkan hasil Sidak seluruh pegawai masuk semua, pada hari pertama pasca libur tahun baru.

“Hari pertama kerja pasca libur tahun baru seluruh pegawai masuk dan bekerja seperti biasa,” kata Hj Suwarti.

Hj Suwarti menjelaskan, kalaupun masih ada pegawai menambah libur, sesuai dengan aturan akan diberikan sanksi.

“Sudah tentu bagi pegawai menambah liburan akan diberikan sanksi,” singkatnya.

Sidak juga tidak dilakukan di Pemkot Lubuklinggau.

Inspektur Kota Lubuklinggau, Badaruddin menegaskan kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ia berpesan agar bisa menegakan kedisiplinan di instansi masing-masing.

“Tegakan kedisiplinan, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010 tentang kedisiplinan pegawai. Di sana (PP No. 53,red) jelas tertulis, ketika ada ASN tidak disiplin maka akan ada sanksi diberikan. Kewenangan untuk menjatuhkan hukuman kepada ASN yang bersangkutan yakni atasan mereka langsung,” tegas Badarudin, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Untuk sanksi, akan ada tim dibentuk untuk menentukan sanksi apa yang diberikan kepada ASN tersebut.

“Ketika sudah tiga kali diperingatkan atasan masih belum berubah, maka dilaporkan ke kita. Nanti akan ada tim memeriksa, yakni atasan ASN yang bersangkutan, unsur pengawas yakni dari inspektorat dan unsur kepegawaian dari BKPMSD yang disepakati dan ditandatangani oleh Walikota Lubuklinggau,” jelasnya.

Tim inilah nantinya, kata Badaruddin, yang akan menentukan apa sanksi yang akan diberikan.

“Namun sampai saat ini, pemberian sanksi berat untuk pegawai belum ada. Sejauh ini sebatas hukuman ringan seperti teguran lisan dan teguran tertulis yang sudah kita berikan,” ungkapnya.

Pada umumnya ASN kurang disiplin dengan jam kerja.

“Seperti Lurah, kalau kurang disiplin atau terlambat datang kami akan beri sanksi kepada camatnya, karena atasan dia camat. Atasan yang berhak dan bertanggung jawab atas bawahannya,” tegasnya kembali. (07/16/ CW01)

Komentar

Rekomendasi Berita