Kades Korupsi Dana Desa untuk Sosialisasi Caleg

LINGGAUPOS.CO.ID – Kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) memasuki babak baru. Tersangka berinisial AN (43), mantan Kades Perangai, Kecamatan Merapi Selatan, Lahat bakal segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Palembang.

Hal ini setelah penyidik Kejaksaan Negeri Lahat telah menyatakan berkas penyidikan tersangka dugaan kasus penyalahgunaan DD tersebut dinyatakan lengkap (P21).

Kepala Kejaksaan Negeri Lahat Fithrah SH melalui Kasi Intel Kejari Lahat Faisyal Basni SH didampingi Kasi Pidsus Anjasra Karya SH menjelaskan bahwa berkas penyidikan telah lengkap. Selanjutnya jaksa segera membuat dakwaan dan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Pengadilan Tipikor Palembang.

“Target kita segera dilimpahkan agar bisa disidangkan,” kata Faisyal, Senin (24/5/2021).

Pihaknya juga telah melakukan pendataan terhadap harta benda dan aset tersangka. Karena bila kerugian negera tidak bisa dibayarkan dalam waktu yang telah ditentukan maka akan disita. “Karena fokus kita juga ialah pengembalian uang kerugian negara,” ungkapnya.

Disinggung apakah ada tersangka lain, sejauh ini tersangka mengaku sendirian dan untuk kepentingan pribadi sebagai pendanaan sosialisasi caleg Pileg tahun 2019 lalu. Dalam kasus ini penghitungan kerugian negara oleh Inspektorat Kabupaten Lahat sebesar Rp376.704.800.

Lalu pada Rabu (5/5/2021), keluarga tersangka telah melakukan penitipan uang guna pembayaran uang pengganti. Pembayaran uang pengganti dilakukan secara menyicil sebesar Rp40 juta.

“Selanjutnya terhadap uang titipan tersebut akan dilakukan penyitaan guna diperhitungkan sebagai uang pengganti nantinya dalam proses penuntutan,” ujarnya.

Dijelaskanya bahwa, uang tersebut bukanlah jaminan atau proses pengembalian agar kasus tidak berlanjut. Namun uang tersebut, titipan untuk nantinya sebagai pengembalian uang pengganti kerugian negara dan kasus yang saat ini disidik terus berjalan. (*)

Rekomendasi Berita