oleh

Kades Biaro Baru Praperadilan Polres Musi Rawas

LINGGAU POS ONLINE – Kepala Desa (Kades) Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo Syahrul Jauzi mempraperadilan Polres Musi Rawas ke Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Senin (9/9/2019). Praperadilan didaftarkan oleh kuasa hukum Syahrul Jauzi, Dodi IK dan Henkki dari Kantor Hukum Dodi IK dan rekan.

Syahrul Jauzi melalui kuasa hukumnya, mempersoalkan penetapan tersangka dalam kasus penggelapan uang sumbangan. Menurut mereka, penetapan tersangka serta penyitaan yang dilakukan polisi tidak prosedural dan cacat hukum.

Dodi IK dan Henkki kepada linggaupos.co.id mengatakan, “Kami mendaftarkan Permohonan Praperadilan tertanggal 9 September 2019 berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 5 September 2019. Alhamdulillah sudah diterima dengan nomor register: 2/Pid.Pra/2019/PN.LLG, dengan termohon Kasat Reskrim Polres Musi Rawas,” jelasnya Selasa (10/9/2019).

Dodi menambahkan, permohonan Praperadilan ini adalah bagian dari upaya hukum, yang mereka lakukan untuk menguji sah atau tidak nya penetapan tersangka dan penyitaan berdasarkan prosedural yang telah ditentukan.

“Kami menemukan beberapa dokumen surat yang menurut kami cacat formil, harapan dan doa kami agar hakim tunggal yang memeriksa, mengadili dan memutuskan  dengan seadil adilnya dan dapat mengabulkan permohonan kami, ini bagian dari kontrol manajemen penyidikan,” jelas Dodi, yang mengklaim berkali-kali menang praperadilan.

Ditambahkan Dodi, kasus ini bermula kliennya semenjak dilantik menjadi kades, membentuk Tim Desa untuk mempertanyakan kebun plasma kepada perusahaan yang ada di desanya. Hingga akhirnya terbitlah SK Kebun Plasma dari Bupati Muratara.

Sehingga kemudian perusahaan memberikan dana talangan kepada untuk warga. Kemudian juga disepakati peserta plasma memberikan sumbangan Rp100 ribu per hekatar untuk syukuran kepada tim.

“Uang itu dipotong KUD dari dana talangan perusahaan. Hingga terkumpul Rp46 juta. Dana diserahkan melalui Kades, yang selanjutnya diserahkan ke tim yang akan melakukan syukuran,” tambah Dodi.

Karena, syukruan belum akan dilaksanakan mengingat sudah akad kredit, lantas uang itu disimpan oleh Kades agar tidak terpakai. “Namun dilaporkanlah telah digelapkan. Sementara uang itu, sekarang sudah diserahkan oleh klien kami ke penyidik,” kata Dodi.

Terkait permohonan praperadilan ini, belum berhasil didapatkan komenter dari Polres Musi Rawas. Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro maupunKasat Reskrim AKP Wahyu Setyo Pranoto belum berhasil dikonfirmasi. (*)

Laporan Endang Kusmadi

Rekomendasi Berita