oleh

Kader Partai Golkar Terima SP 2

Dinilai Melanggar AD dan ART Partai

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Wakil ketua bidang organisasi DPD Partai Golkar Kota Lubuklinggau, Yani Rizal menegaskan Senin (25/6) pihaknya mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 2 kepada salah seorang kader, Wansari. SP terpaksa dikeluarkan, lantaran yang bersangkutan dinilai sudah melanggar AD dan ART Partai Golkar.

Wansari yang saat ini menjadi anggota DPRD Kota Lubuklinggau dari fraksi Partai Golkar, dinilai tidak mematuhi instruksi Partai Golkar untuk mengusung dan memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Walikota nomor urut 2, H SN Prana Putra Sohe dan H Sulaiman Kohar (NanSuko). Terbukti, Wansari menghadiri debat publik putaran kedua, namun duduk dan mendukung Paslon nomor urut 3, Rustam-Rizki.

Tentu saja bukti ini menjadi alasan kuat pengurus DPD, untuk memberikan sanksi yang tegas bagi kader mereka yang membangkang perintah partai. Padahal diungkapkan Yani, sebelumnya yang bersangkutan sudah pernah diberikan SP 1 oleh pengurus DPD Partai Golkar.

“Namun yang bersangkutan ternyata masih melanggar, ya terpaksa SP 2 kita keluarkan kembali. Insya Allah SP 2 kita kirim ke Wansari besok (hari ini, red),” ungkap Yani kepada wartawan koran ini, Minggu (24/6).

Pengurus DPD Partai Golkar Kota Lubuklinggau diakui Yani, masih menunggu itikad baik yang bersangkutan untuk memperbaiki kesalahannya, dan mengikuti apa yang sudah menjadi perintah partai. Tentunya sebelum hari pencoblosan. Peluang tersebut, masih mereka buka untuk Wansari.

Namun ketika yang bersangkutan tetap tidak kembali ke partainya, maka mau tidak mau sanksi tegas kembali mereka lakukan. Yakni mengeluarkan SP 3, dan segera merekomendasikan Wansari ke pengurus DPP untuk diproses Pergantian Antar Waktu (PAW).

“Ini sanksi tegas untuk semua kader kita, yang membangkang,” tegasnya.

Yani berharap ini menjadi pembelajaran bagi kader Partai Golkar lainnya. Sanksi tegas yang diberikan kepada Wansari menjadi bukti serta komitmen ketegasan Partai Golkar. Mau tidak mau sanksi tegas harus diterima, ketika ada kader yang melanggar AD dan ART Partai Golkar.

“Untuk kader Partai Golkar lainnya yang mau coba-coba ya silakan, konsekuensinya ya harus diterima,” lanjutnya. (13)

Rekomendasi Berita