oleh

Kabut Asap, Udara Pukul 22.00 Hingga 08.00, Sangat Tidak Sehat

LINGGAU POS ONLINE – Imbas Kabut Asap yang menyelimuti Kota Palembang, warga dan pengendara diminta waspada.

Kasi Data dan Informasi BMKG Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Bambang Beni Setiaji menjelaskan angin permukaan yang tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang umumnya dari tenggara dengan kecepatan 5-20 Knot (9-37 Km/Jam) mengakibatkan potensi masuknya asap akibat Karhutbunla ke wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.

“Sumber dari LAPAN, 13 September 2019 tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah selatan-tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen yang berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang yakni pada kawasan SP Padang, Banyu Asin I, Pampangan, Tulung Selapan, Cengal, Pematang Panggang, Air Sugihan, Pedamaran dan Mesuji,” jelas Bambang.

Menurutnya jarak pandang terendah pagi Jumat (13/9/2019) yang tercatat di Bandara SMB II Palembang 300-500 m dengan Kelembapan 95-98% dengan keadaan cuaca Kabut Asap (Smog/Smoke+Fog).

Intensitas Kabut Asap (Campuran Kabut dan Asap) umumnya terjadi pada dini hari menjelang pagi hari (04.00-07.00 WIB) ini dikarenakan labilitas udara yang stabil pada saat tersebut.

“Fenomena Kabut sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang tinggi dengan partikel-partikel basah di udara, hal ini disebabkan kondisi langit pada malam hari tanpa awan mengakibatkan radiasi permukaan bumi lepas keluar atmosfer mengakibatkan suhu di permukaan relatif dingin yakni 22-23°C yang tercatat di Bandara SMB II,” ia mengatakan.

Bambang menambahkan, setelah terbit matahari keadaan udara akan relatif labil sehingga partikel basah (kabut) maupun kering(asap) akan terangkat naik dan jarak pandang akan menjadi lebih baik, akan tetapi partikel kering (asap) yang pergerakannya karena angin horizontal akan tetap ada di permukaan dan akan menyebabkan kekeruhan udara.

“Kondisi ini akan terus berpotensi berlangsung dikarenakan berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG tidak ada potensi hujan dalam rentang prakiraan 13-19 September 2019 di wilayah Sumatera Selatan,” kata Bambang.

Konsentrasi PM 10 yang tercatat di Stasiun Klimatologi Palembang 13 Septembar 2019 (00.00-10.00 WIB) tercatat dalam kategori Sedang hingga Sangat Tidak Sehat dengan nilai 89-295 µgram/m3, sedangkan Nilai Ambang Batas tidak sehat adalah pada 150 µgram/m3. Kondisi Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat umumnya terjadi pada rentang waktu 22.00-08.00 WIB sedangkan Kondisi Sehat hingga Sedang umumnya terjadi pada rentang waktu 08.00-22.00 WIB.

“BMKG Sumatera Selatan menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam bertransportasi pada (04.00-07.00 WIB) seiring potensi menurunnya jarak pandang, senantiasa menggunakan masker dan minum banyak air saat beraktifitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan dan menghimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran baik itu sampah rumah tangga maupun dalam pembukaan lahan pertanian/perkebunan,” himbauannya.(*)
Laporan Endang Kusmadi

Rekomendasi Berita