oleh

Kabut Asap Membahayakan, Sekolah di Muratara Diliburkan

LINGGAU POS ONLINE – Sejak kabut asap tebal menyelimuti Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), siang maupun malam membuat pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Muratara Senin (16/9/2019) mengeluarkan Surat Edaran (SE) meliburkan kegiatan berlajar dan mengajar. Sementara, SE libur ini berlaku untuk pelajar PAUD, TK, SD dan MI.

Kepala Disdik Muratara Sukamto, seperti dikutip dari mureks.id, menjelaskan libur ini mulai berlaki Selasa (17/9). Sementarap SMP dan SMA, menunggu tim IPSU Sumsel akan datang ke Muratara.

Ditambahkanya, bahwa untuk di Palembang sudah 150 sekolah diliburkan mulai dari tingkat Paud hingga SMA. Sementara di Muratara belum tahun, kategori berbahaya atau aman. “Jadi kami masih menunggu tim IPSU,” terangnya.

Terpisah Kepala Dinkes Muratara, Marlinda Sari mengatakan, “Bahaya kabut asap ini dapat diketahui dengan cara pengukuran. Dan ini yang melakukan pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) apakah kualitas udara di Muratara ini dapat membayakan bagi masyarakat,” katanya.

Namun dirinya juga mengambarkan secara umum dalam bidang kesehatan, bahwa untuk saat ini di Muratara sudah dapat dikatagorikan berbahaya. Sebab udara yang diselimuti kabut asap telah membuat mata perih (pedih).

“Sudah dapat dikategorikan berbahaya, karena kondisi udara sudah membuat mata perih dan kondisi dada menjadi sesak,” tegasnya.

Sedangkan Kabid Pengendalian Pencemaran Perusakan Lingkungan Hidup DLHP Muratara, Imrokie mengatakan pihaknya tidak bisa jika mengatakan keadaan cuaca di Muratara itu telah berbahaya atau tidak karena di Muratara belum ada stasiun alat ukur mendeteksi udara.

“Akan tetapi jika dirasakan saat ini udata Muratara sudah tidak bagus. Karena kita semua merasakanya dampak dari kabut asap ini. Untuk itu kami harapkan masyarakat tetap waspada,” terangnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara, Senin (16/9/2019) memantau ada 17 titik api (hotspot). Total sejak 12 September sudah terdapat 122 hotspot.

Koordinator tim Karhutla BPBD Muratara, Muhtar Ahmad mengatakan, 17 hotspot ini, lima di Kecamatan Karang Dapo yakni tiga titik di Desa Karang Dapo I dan dua di Biaro Baru, di Kecamatan Rupit terdapat empat titik hotspot, sua titik api di Desa Noman Baru, Desa Batu Gajah Baru dan Desa Karang Anyar.

Sementara di Kecamatan Rawas Ilir terdapat lima titik hotspot yakni di Desa Bingin Teluk, dua titik Desa Pauh, dua titik api di Desa Tanjung Raja dan Desa Beringin Makmur II.

“Sedangkan di Kecamatan Karang Jaya terdapat di Desa Lubuk Kumbung ada dua titik api. Sedangkan di Kecamatan Rawas Ulu di Desa Sungai Lanang,” paparnya.

Setiap hari di Muratara terpantau titik api, bahkan pada 12 September lalu di Muratara terdapat 105 titik api. “Dan sampai saat ini tim terus mendapatkan pantauan titik api. Sehingga Muratara seperti saat ini diselimuti oleh kabut asap,” paparnya.(*)
Sumber Musirawas Ekspres

Rekomendasi Berita