oleh

Kabar Gembira, Rekam Biometrik Tidak Lagi Wajib untuk Umrah dan Haji

LINGGAU POS ONLINE – Kementerian Agama (Kemenag) menginformasikan bahwa Pemerintah Arab Saudi tidak lagi memberlakukan rekam biometrik sebagai syarat penerbitan visa. Informasi ini disampaikan langsung Bagian Konsuler Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia.

Divisi Konsuler menyampaikan bahwa telah terbit Keputusan Kerajaan Arab Saudi Nomor 43313 tanggal 4/8/1440 H (9/4/2019 M) terkait tidak diwajibkannya perekaman biometrik di negaranya untuk proses penerbitan visa haji dan umrah bagi para jamaah, demikian bunyi pengumuman yang diterbitkan Bagian Konsuler Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi menetapkan proses rekam biometrik jemaah haji sebagai syarat proses penerbitan visa pada 2019. Adapun pihak Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama ( Kemenag) merencanakan proses rekam biometrik tahun ini akan dilakukan di 34 provinsi.

Saat dikonfirmasi, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar membenarkan kebijakan baru tersebut. Saya sudah mengkonfirmasi dan pengumuman itu benar adanya, terang Nizardalam pers rilisnya yang dikirim,Kamis (25/4).

Sebagai tindak lanjut, Nizar sudah membuat surat edaran kepada seluruh Kakanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia. Menurutnya, berdasarkan pengumuman tersebut, maka proses penerbitan visa bisa dilakukan tanpa harus menunggu rekam biometrik. Rekam biometrik akan dilakukan di Bandara Madinah dan Jeddah, kecuali bagi jemaah yang sudah melakukan perekaman di Tanah Air, tuturnya.

Senada, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis menambahkan, proses perekaman melalui VFS Tasheel di Indonesia tetap dibuka. Namun, layanan itu sementara hanya untuk daerah yang mudah aksesnya sehingga mungkin untuk terus dilanjutkan.

Untuk jemaah dari wilayah-wilayah kepulauan yang jaraknya jauh, perekaman akan dilakukan saat tiba di Madinah dan Jeddah, jelasnya.

Terpisahm Kasubdit Penyiapan Dokumen Haji Reguler Nasrullah Jassam mengatakan bahwa sampai Selasa sore, tercatat sebanyak 152 ribu jemaah yang sudah melakulan rekam biometrik. Alhamdulillah, proses berjalan lancar. Sudah 65% jemaah haji Indonesia yang melakukan rekam biometrik, ungkap Nasrullah.

Diketahui, proses rekam biometrik dilakukan para calon jemaah haji yang akan berangkat ke negara lain atau Arab Saudi. Perekaman itu meliputi pengambilan identifikasi sidik jari, pengenalan wajah, telapak tangan, dan juga pengenalan iris (retina mata). Adapun, proses rekam biometrik dilakukan untuk keperluan memudahkan dan mempercepat proses imigrasi saat jemaah memasuki Arab Saudi (Jeddah atau Madinah). (rls/fin/tgr)

Rekomendasi Berita