oleh

Junarsa Alias Jun Tato Lakukan Pembelaan

LINGGAU POS ONLINE, SIDOREJO – Terdakwa Junarsa alias Jun Tato (35) warga Desa Suka Cinta, Kecamatan Sumberharta, Kabupaten Musi Rawas (Mura) diduga dalam kasus penodongan tauke karet.

Kembali mengikuti proses sidang dengan tuntutan pembelaan di persidangan Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Kamis (16/11).

Sebelumnya terdakwa, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Arliansyah, selama 20 tahun penjara dan telah menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah, telah melakukan penodongan serta pembunuhan.

Husien dan sopirnya Edy Yus yang jadi korban dibunuh secara sadis yang dialami tauke karet di SP VI, Desa Bumi Makmur Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas.

Persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Hendri Agustian didampingi Hakim Anggota, Tatap Situngkir dan Syahreza Palpema serta Panitera Pengganti, Solmen dan Jaksa Penuntut Umum, Arliansyah.

Untuk melihat pembelaan yang diajukan terdakwa Junarsa hakim menunda sidang sampai tanggal waktu di tentukan mendatang.

Kronologis kejadian yang membuat dua terdakwa harus jadi pesakitan dikarenakan bermula, Senin (6/3) sekitar pukul 22.00 WIB di SP VI, Desa Bumi Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas.

Terdakwa bersama dengan temannya yang sudah diberikan tindakan tegas, maupun yang masih DPO, telah melakukan penodongan terhadap tauke karet Husien dan sopirnya Edy Yus, yang menggunakan truk mengangkut karet ke Palembang, dari SP 6 HTI Desa Bumi Makmur Kecamatan Muara Lakitan via Pendopo, PALI.

Malam kejadian, Husien dan Edy Yus pulang, turut serta bersama mereka Hendra, juga warga SP 6 HTI Desa Bumi Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas. Sesampainya mereka di perbatasan SP 6 HTI dengan SP 5, datanglah terdakwa beserta rekannya melakukan perampokan.

Kemudian mereka dibawa menggunakan mobil dengan tangan terikat, ke sungai keruh. Di sini, masing-masing korban di tembak kepalanya oleh perampok dengan menggunakan Senjata Api Rakitan (Senpira), dan tubuhnya dibuang ke dalam sungai.

Namun tubuh korban Hendra dan Husien nyangkut di pohon tepi sungai, dan sekitar pukul 04.45 WIB, tubuh Hendra ditemukan warga nyangkut di pohon dengan kepala berdarah.

Setelah dievakuasi, Hendra ternyata masih hidup sehingga dibawa ke Poskesdes Bumi Makmur. Berdasarkan keterangan Hendra, warga kemudian mencari korban lainnya, hingga ditemukanlah jenazah Husien, sekitar pukul 07.30 WIB. (19)

Komentar

Rekomendasi Berita