oleh

Jual Tanah Fiktif, Tiga Orang Disidangkan

LUBUKLINGGAU – Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Kamis (10/1) menyidangkan tiga orang terdakwa kasus penipuan.

Terdakwanya adalah Hasbi (56) warga Jalan Kali Serayu RT 4 Kelurahan Kali Serayu, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.
Kemudian Indra Guna (50) warga Perumnas Nikan Blok B2 No.11 RT 2 Kelurahan Nikan Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur I serta Ahmad.

Ketiganya duduk di kursi pesakitan karena diduga melakukan penipuan terhadap Iswani Usman (alm) warga Jalan Kali Serayu Kelurahan Kali Serayu Kecamatan Lubuklinggau utara II.

Sidang dipimpin Majelis Hakim Hendri Agustian SH,MH didampingi Hakim Anggota Ferdinaldo SH,MH dan Tatap Situngkir SH serta Panitera Pengganti (PP) Harmen SH.

Dalam sidang kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung menghadirkan tiga orang saksi, yakni Mursida (71) istri korban, Nurnaila (61) adik korban dan Rinto (29) keponakan korban.

Dalam kesaksiannya Mursida mengatakan bahwa sembilan hari setelah suaminya (korban) meninggal dunia, ia melihat dokumen-dokumen milik suaminya. Saat itu ia menemukan kuitansi-kuitansi atas pembelian sebidang tanah.

“Memnag sewaktu hidup, suami saya sempat bercerita bahwa ia membeli tanah di Kecamatan Nibung, melalui Indra Gunawan,” kata Mursida.

Lanjut Mursida, bahwa ia bersama Nurlaila dan Rinto mengajak ketiga terdakwa bertemu di rumah Bambang Yahudi (DPO) di Kecamatan Nibung, guna mempertanyakan keberadaan tanah tersebut. Namun saat bertemu, ketiganya tidak bisa menunjukkan tanah tersebut.

“Setelah itu saat meminta untuk segera mengembalikan uang suami saya, karena suaminya telah meninggal,” lanjut Mursida sambil menangis.

Sedangkan Nurlaila mengatakan, bahwa saat pertemuan tersebut, ketiga tersangka dan Bambang Yahudi tidak mampu menujukan di mana keberadaan tanah tersebut. Maka dari itu, mereka membuat semacam surat kesepakatan untuk sanggup mengembalikan uang tersebut.

“Setelah kami menemui Kades Tebing Tinggi Kecamatan Nibung, ia mengatakan bahwa tidak ada ketiga tersangka tersebut membeli tanah di Desa Tebing Tinggi,” kata Nurlaila.

Sedangkan Rinto membenarkan apa yang disampaikan dari Nurlaila tersebut. Ketiga terdakwapun membenarkan keterangan para saksi.

Kemudian sidang ditunda hingga Kamis (17/1) pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Kepala Desa dan Notaris.

Sementara, dari dakwaan JPU menyebutkan perbuatan terdakwa ini, Kamis 27 Oktober 2011, ketiga terdakwa beserta Bambang Yahudi (DPO) untuk mendapatkan keuntungan besar dalam penjualan tanah yang berada di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kepada Iswani (korban) seluas 67 Ha.

Kemudian, korban menyerahkan uang dengan total Rp422.000.000 kepada ketiga tersangka dan Bambang guna membeli tanah seluas 67 Ha di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Nibung.

Korban memberikan secara berkala (tidak sekaligus namun berkali-kali), kesemuanya korban bayar di rumahnya yang berada di Jalan Kali Serayu RT 4 Kelurahan Kali Serayu kepada ketiga tersangka dan Bambang.

Pemberian tersebut dikuatkan dalam surat pernyataan dan pengakuan yang terdaftar dalam notaris Sylvia Rossa SH,M.Kn No.04/W/SR/2012 tanggal 21 Maret 2012, yang bertuliskan tentang jual beli tanah antara korban dengan ketiga terdakwa dan Bambang seluas 67 Ha seharga Rp422.000.000.

Pada 5 April 2018, korban meninggal dunia. Tapi namun korban pernah bercerita kepada istrinya Mursidah bahwa ia pernah membeli tanah seluas 67 Ha seharga Rp422.000.000 dari ketiga terdakwa dan Bambang pada 2011 silam.

Untuk mengetahui keberadaan tanah tersebut, Musridah menemukan 37 map warna merah muda yang merupakan bukti pembelian tanah dari ketiga terdakwa. Dan ketiga terdakwa tersebut membeli tanah dari 37 orang di Desa Tebing Tinggi. Namun diketahui bahwa tanah tersebut adalah fiktif.

Untuk membenarkan, Mursidah melakukan pengecekan, ternyata yang menjual tanah kepada Indra Guna hanya ada tiga orang, yang menjual kepada Hasbi hanya tiga orang dan menjual kepada Ahmad sebanyak tiga orang sedangkan yang menjual kepada Bambang Yahudi hanya satu orang.

Kemudian, dari hasil hitungan tersebut hanya ada 10 map yang membuktikan bahwa ada 10 warga yang menjual tanahnya ke tiga terdakwa lalu dijualnya kembali kepada korban. Namun yang 27 lagi tidak jelas.

Merasa curiga, Jumat 13 April 2018 sekitar pukul 14.00 WIB. Musridah bersama Nurlaila dan Rinto mengajak ketiga terdakwa untuk berangkat menuju rumah Bambang Yahudi di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Nibung. Guna memastikan di mana letak tanah tersebut.

Setibanya, Bambang Yahudi dan beserta ketiga terdakwa mengakui bahwa telah menjual tanah seluas 67 Ha seharga Rp422 juta.

Kemudian untuk mengelabui, ketiga terdakwa beserta Bambang Yahudi membuat surat perjanjian dengan meterai 6.000 yang berisi siap mengembalikan uang sebesar Rp299.600.000. Sedangkan sisanya menurut mereka itu merupakan fee yang mereka terima dari perjanjian jual beli.

Namun setelah berkara ini disidangkan, ketiga terdakwa tidak juga membayar. Dan dari hasil penipuan tersebut, hasilnya dibagi berempat.(awj)

Rekomendasi Berita