oleh

Jual Obat Tak Sesuai Prosedur, BPOM Sita Obat Ilegal

LINGGAU POS ONLINE, PASAR PEMIRI – Masyarakat harus waspada terhadap penjualan obat-obatan di warung.

Ternyata penjualan obat, bukan produk perusahaan besar, tetapi dari apotek dilarang alias ilegal oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Terbukti salah satu warung berada di Kecamatan Lubuklinggau Barat I, terpaksa di-Sidak oleh pihak BPOM dalam minggu terakhir ini. Seluruh obat-obatan yang dijual disita, dan diamankan karena diduga ilegal, tanpa menggunakan resep dokter.

Informasi dihimpun dari sumber berinisial AA, warga Jalan Garuda, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, pemilik warung itu diduga membeli obat seperti penurun demam di apotek. Tanpa penjelasan jika obat itu sebenarnya bukan untuk dikonsumsi warga. Melainkan dengan resep dokter untuk mendapatkannya.

“Dia (pemilik warung, red) banyak membeli obat-obatan dari apotek. Dijual kembali ke pembeli, dan ternyata ini ketahuan pihak BPOM, mungkin ada laporan dari warga,” ungkap AA yang tak menyangka pemilik warung terciduk menjual obat-obatan tanpa resep dokter.

“Sebab obat yang dijual itu berasal dari apotek, dan mestinya juga ada resep dokter. Tapi ini tidak ada,” sebut sumber menyayangkan penjualan obat-obatan tersebut ke masyarakat.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada pihak BPOM yang sudah lakukan Sidak, dan memberikan peringatan kepada masyarakat agar waspada terhadap penjualan obat ilegal.

Untuk memastikan terhadap obat ilegal yang beredar di warung-warung Kota Lubuklinggau tim investigasi Linggau Pos mengecek ke lokasi-lokasi warung yang kemungkinan menjual obat-obat ilegal yang di beli melalui apotek di sekitaran Kota Lubuklinggau.

Pembuktian pertama tim investigasi mencari warung-warung besar bisa jadi menjual obat ilegal, saat melakukan investigasi di beberapa toko di sekitaran Pasar Pemiri, yakni Toko Milik Ardiansyah. Tepatnya di Jalan Simpang Pemiri, Kelurahan Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau. Namun di toko ini tidak ditemukan obat-obat ilegal.

Menurut Ardiansyah saat dikonfirmasi mengenai penjualan obat-obat di apotek miliknya mengakui tidak berani menjual barang-barang tersebut. Namun pernah ada oknum yang ingin menawarnya.

“Kita bukan khusus untuk jual obat-obatan, yang jelas kita tidak berani melanggar, tapi dulu sudah pernah orang menawarkan sirup untuk penurun panas,” ungkap Andriansyah saat diwawancarai tim investigasi, Rabu (28/2).

Lebih lanjut, Ardiansyah menyampaikan semenjak ada penolakan beberapa oknum yang memakai seragam tersebut tidak pernah datang untuk menawar obat-obatan tersebut.

“Memang kalau harga yang diberi waktu itu lebih murah dari apotek, jadi saya tambah curiga,” jelasnya.

** Dinkes Klaim Rutin Lakukan Pengawasan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau rutin lakukan pengawasan ke apotek dalam Kota Lubuklinggau. Bahkan pengawasan dilakukan bersama BPOM Provinsi Sumsel.

“Pengawasan tetap kami lakukan, bukan hanya kami tapi juga BPOM. Memang selama ini tidak dipublis,” ungkap Kabid Pengawasan Obat dan Makmin, Deasi Novia.

Ditambahkan Deasi, memang ada BPOM memberikan peringatan ke toko yang menjual obat dan kosmetik yang dinilai tidak sesuai prosedur.

“BPOM langsung, kita hanya mendampingi,” ungkap Deasi.

Terpisah, Ketua Persatuan Apoteker Kota Lubuklinggau, Rahmadi mengaku bahwa hal tersebut wewenang Dinkes Kota Lubuklinggau.

“Langsung tanya saja ke Dinkes, no comment itu bukan wewenang saya,” ungkapnya.(08/11/07)

Rekomendasi Berita