oleh

Jual LPG Rp 20 Ribu, Laporkan!

Pangkalan ‘Nakal’ Dalam Pengawasan

lINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Isu kelangkaan Liquid Petrolium Gas (LPG) 3 Kg secara nasional berbanding terbalik dengan Kota Lubuklinggau dan sekitarnya. Hanya saja, sistem pendistribusiannya yang dikelurkan konsumen.

“Saya setiap beli ke pangkalan kerap habis. Kalau di pangkalan jual LPG paling tinggi Rp 20 ribu. Tapi karena di pangkalan kosong, terpaksa cari gas melon (LPG 3 Kg,red) ke pengecer. Harganya naik jauh, sampai Rp 22 ribu – Rp 24 ribu per tabung,” keluh Nuryanti (32) seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Batu Urip Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Minggu (10/12).

Menurutnya, kejadian ini sudah lama dialami. Namun, ia tak punya keberanian untuk melapor ke siapa. Sebab, setahu dia harga LPG di bawah Rp 20 ribu. Namun, pada kenyataannya sangat langka LPG 3 Kg di Kota Lubuklinggau dijual dengan harga di bawah Rp 20 ribu.

“Mana ada mbak, yang di bawah Rp 20 ribu. Sampai manapun nggak ada. Kecuali di agen ya,” jelas ibu yang juga pedagang gorengan ini.

Saat Linggau Pos menginvestigasi ke pangkalan, benar bahwa pangkalan tak hanya menjual ke konsumen langsung. Namun justru ke pengecer.

“Sebenarnya kita ini serba salah, karena ketika kita mengambil di agen dalam jumlah yang sangat banyak mencapai 1.200 tabung gas. Maka, dalam waktu dua hari saja semuanya sudah habis diambil oleh pengecer,” kata seorang pemilik pangkalan gas di Taba Jemekeh, kemarin.

Bahkan, di pangkalan miliknya sejak enam bulan terakhir, selalu dipasang tulisan ‘Gas Habis’. Hal itu sengaja dilakukan, agar tidak terlalu banyak masyarakat yang datang untuk membeli.

“Kita hanya orang-orang tertentu saja yang dikasih beli per tabung gas melon. Karena takut stok untuk kita habis,”akunya.

Biasanya, untuk satu tabung gas dijual Rp 18 ribu kepada pengecer.

“Kita menjualnya Rp 18 ribu dalam dua hari sudah habis, masing-masing pengecer terkadang membeli 10 hingga 20 tabung gas,”ucapnya.

Pendapat berbeda disampaikan Ketua Hiswana Migas Lubuklinggau Winasta.

Ia menegaskan, Hiswana Migas melalui para agennya tidak ‘diam saja’. Pengawasan terus dilakukan terhadap pangkalan LPG.

“Kelangkaan itu tidak ada. Justru bersamaan dengan HUT PT Pertamina ini, kami ‘banjir’ gas. Di 13 SPBU Kota Lubuklinggau, Musi Rawas dan Muratara saja disediakan gas. Termasuk kami, jumlah tabung ditambah lagi,” kata Winasta.

Ia memastikan saat ini agen LPG di Kota Lubuklinggau sedang kesulitan mencari tabung kosong. Sekalipun pangkalan disuplai 1 atau dua kali per minggu, tidak pernah terjadi kekurangan LPG di lapangan.

Winasta juga heran dengan kondisi di lapangan, sebab banyak konsumen mengeluh, harga LPG 3 Kg sampai Rp 23-24 ribu per tabung.

“Kami tidak bisa berbuat banyak. Karena konsumen beli di pengecer. Tapi kalau konsumen beli di pangkalan, harga belinya Rp 20 ribu atau lebih, bisa langsung dilaporkan ke kami. Kalau perlu difoto dan bawa nota bukti belinya. Karena Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kg untuk Kota Lubuklinggau hanya Rp 14.800 per tabung. Kalau pangkalan jual maksimal Rp 17 ribu nggak apa-apa lagi. Tapi kalau sudah lebih dari itu, kami akan tegur mereka,” tegasnya.

Untuk tahap awal, jelasnya, teguran dilakukan dengan tegas dalam bentuk pembinaan. Kalau ketahuan lagi, tegas Winasta, diberi peringatan.

“Kalau sampai tiga kali tidak mengindahkan juga. Tetap jual gas di atas Rp 20 ribu harganya, bisa sampai Pemutusan Hubungan Usaha (PHU). Kami tidak main-main. Memang selama ini belum ada. Tapi kami tegaskan, jangan jual LPG 3 Kg jauh melampaui HET,” tegasnya. (12/05)

Komentar

Rekomendasi Berita